Sketsa News
 
Home Berita, Berita Terkini, Headlines, News, Peristiwa 1 Syawal Jatuh Pada Besok Jumat

1 Syawal Jatuh Pada Besok Jumat

Prosesi sumpah. keterangan ft tv9

Sketsanews.com, Surabaya  – Empat orang dari tim rukyatul hilal yang berada di lokasi Condrodipo, Gresik, bersaksi telah berhasil melihat hilal dengan ketinggian 6 s/d 7 derajat. Keempatnya telah diambil sumpah. Dengan demikian, Idul Fitri tahun ini (1439) atau bertepatan 2018 M, jatuh pada hari Jumat (15/6/2018) sebagaimana yang diprediksi methode hisab.  “Dari yang dilaporkan 1 syawal 1439 Hijriyah jatuh pada hari Jumat, tanggal 15 Juni 2018,” demikian petugas dari Kementerian Agama Gresik membacakan kesimpulan akhir dari proses sumpah tersebut.

Hasil ini sesuai dengan prediksi Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang memperkirakan Hari Raya Idul Fitri 1439 H atau Lebaran akan jatuh pada Jumat, 15 Juni 2018. Baik Muhammadiyah maupun Nahdlatul Ulama (NU) sama-sama akan merayakan di hari yang sama.

“InsyaAllah Jumat hari raya, insyaAllah tidak akan beda. Secara umum ini mengurangi ketegangan. Karena bisa ada gesekan, walau diminta legowo. Tapi dengan ada persamaan, kondisi umat Islam akan lebih baik,” kata Ketua MUI Kiai Ma’ruf Amin di Kantor MUI Jakarta Pusat.

Untuk itu, guna mengantisipasi beberapa hal yang tidak diinginkan Kiai Ma’ruf mengimbau, kepada pihak kepolisian agar dapat memberikan pengamanan bagi para umat Islam agar dapat menjalankan Hari Raya Idul Fitri dengan baik.

“Kepada pemerintah, khususnya pihak kepolisian agar dapat menjamin keamanan dan kenyamanan umat Islam dalam merayakan hari raya Idul Fitri 1439 H baik pada saat perjalanan pergi dan pulang mudik, malam takbiran maupun pada daat pelaksanaan Salat Idul Fitri,” tuturnya.

Menurut Kiai Ma’ruf, momentum hari raya harus menjadi ajang untuk kembali memperkuat persaudaraan antar umat. Terutama katanya dari sisi kepatuhan dalam menjalankan perintah Allah harus semakin meningkat. Di samping itu, Ia juga mengajak kepada umat muslim agar meningkatkan kepeduliannya kepada para fakir miskin dan dhuafa.

“Setelah menjalani aliran ibadah selama bulan ramadan lebih meningkatkan kepatuhannya terhadap ajaran Islam dan neningkatkan kepeduliannya terutama kepada kaum dhuafa, fakir miskin dan anak -anak yatim-piatu, dengan mengeluarkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf,” terangnya. (Sh/duta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: