10 Akun Paling Ramai Dibicarakan di Twitter Indonesia, @jokowi Teratas

Inilah 10 akun Indonesia yang paling banyak dibicarakan selama 2018. Data ini dirilis oleh Twitter Indonesia.(Twitter Indonesia)
Inilah 10 akun Indonesia yang paling banyak dibicarakan selama 2018. Data ini dirilis oleh Twitter Indonesia.(Twitter Indonesia)

Sketsanews.com, Jakarta – Media sosial Twitter menjadi salah satu platform bagi banyak orang menyalurkan pandangan politiknya.

Apalagi, menjelang pemilu 2019, perbincangan seputar politik makin banyak dibahas di medsos berbasis mikro blogging itu.

Hal ini terlihat dari 10 akun yang paling banyak dibicarakan sepanjang 2018, yang datanya baru saja dirilis oleh Twitter Indonesia.

Dari 10 akun yang paling #RameDiTwitter pada tahun ini, sebanyak 5 di antaranya adalah akun milik politisi:

1. @jokowi
2. @FiersaBesari
3. @seterahdeh
4. @prabowo
5. @bayu_joo
6. @fadlizon
7. @ARMYIndonesia
8. @Fahrihamzah
9. @sandiuno
10. @andihiyat

Dalam daftar itu, ada akun miliki calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo serta pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Akun @Jokowi menduduki peringkat pertama yang paling banyak dibicarakan sepanjang tahun 2018.

Akun @Prabowo menduduki peringkat keempat. Sementara, Sandiaga dengan akun @Sandiuno menduduki peringkat ke-9.

Baik Jokowi, Prabowo, dan Sandiaga selama ini memang cukup aktif di Twitter untuk menyampaikan kegiatan dan pemikiran mereka.

Akun @Jokowi dengan 10 juta pengikut terakhir kali berkicau soal pembantaian pekerja di Papua oleh kelompok bersenjata.

Akun @Prabowo dengan 3,3 juta pengikut terakhir kali berkicau mengenai pertemuannya dengan kaum disabilitas.

Sementara, akun @Sandiuno dengan 1 juta pengikut terakhir kali mengunggah fotonya saat berada di Masjid Tiban, Kabupaten Malang.

Sementara itu, dari daftar kategori 10 besar Tanda Pagar (Tagar) paling banyak dibicarakan, Jokowi dan Prabowo juga bersaing ketat. #2019TetapJokowi berada di urutan kelima, sementara #2019PrabowoSandi di urutan keenam.

Tokoh lain

Di luar ketiga tokoh yang akan bersaing dalam pilpres itu, ada dua akun politisi lain yang masuk dalam daftar 10 besar akun paling banyak dibicarakan warga Twitter.

Dua akun itu adalah milik duo Wakil Ketua DPR, Fadli Zon dan Fahri Hamzah.

@Fadlizon berada di urutan keenam, sementara @Fahrihamzah di urutan kedelapan.

Keduanya memang aktif di Twitter sejak lama dan kerap membuat kicauan seputar kritik terhadap pemerintah.

Twitter juga membuat daftar 10 besar kategori khusus akun politisi/pejabat negara yang paling banyak dibicarakan. Ada 5 tokoh yang belum disebut di atas namun masuk ke kategori ini.

Mereka adalah Anggota Dewan Pengarah Badan Ideologi dan Pembinaan Pancasila @MohmahfudMD; Gubernur DKI Jakarta @AniesBaswedan; Presiden keenam @SBYudhoyono, Menteri Kelautan dan Perikanan @Susipudjiastuti, dan Gubernur Jawa Barat @Ridwankamil.

Tak hanya itu, Twitter juga merilis 10 partai politik yang paling banyak dibicarakan sepanjang tahun. Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo Subianto menjadi yang teratas.

PDI Perjuangan yang merupakan parpol tempat Jokowi bernaung menyusul di urutan kedua.

Menyusul di bawahnya secara berurutan yakni: Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Demokrat, Partai Solidaritas Indonesia, Partai Bulan Bintang, Partai Amanat Nasional, Partai Nasdem dan Partai Golkar.

Bebas spam

Head of Communications Twitter Indonesia Priscila F. Carlita mengatakan, Twitter menghitung jumlah mention terhadap akun/nama di Twitter untuk menentukan akun yang paling banyak dibicarakan sepanjang 2018.

“Nama mereka ini maksudnya bisa nama panjang atau nama panggilan,” kata dia.

Akun-akun yang sifatnya spam atau melakukan fake engagement yang melanggar peraturan Twitter tidak akan ikut dihitung. Jadi, jumlah mentionyang didapatkan adalah metrik yang bersih dari akun-akun spam/fake.

“Misalnya, akun X di-mention oleh akun Z yang terbukti melakukan fake engagement di Twitter. Kami tidak akan menghitung mention yg dilakukan oleh akun Z tersebut,” kata Priscilia.

Efektif

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai media sosial termasuk Twitter menjadi salah satu platform yang masih cukup efektif bagi para politisi untuk menarik simpati publik dan meraup suara.

“Pemilik medsos akan mudah mengarahkan pilihan politik pemilik medsos lainnya. Sebab medsos sifatnya personal,” kata Hendri.

Hendri menambahkan, medsos membuat orang memilih pilihan informasi sesuai dengan preferensi yang bersangkutan. Hal ini yang tidak bisa didapat lewat media mainstream.

“Ingin tahu tentang Jokowi, maka follow Jokowi. Ingin tahu Prabowo makafollow Prabowo. Sementara di media seperti koran, radio, TV, online, terlalu banyak informasi yang disediakan, padahal enggak semua info kita butuh,” ucap Hendri. (wal)

sumber: kompas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: