12 Titik Lokasi TKP Begal Sadis Surabaya

AWAS, Inilah 12 Titik Lokasi TKP Begal Sadis Surabaya asal Balongsari Madya Menerkam Mangsanya di Surabaya

Sketsanews.comSURABAYA – Masyarakat Surabaya harus lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat berkendara di  waktu tertentu, misalnya tengah malam maupun dini hari, seiring makin nyata dan maraknya  ancaman kejahatan jalanan oleh begal sadis Surabaya.

Pasalnya, komplotan begal sadis Surabaya sering beroperasi dengan tak mengenal tempat dan menyisir jalanan di berbagai wilayah Kota Pahlawan.

AWAS, Inilah 12 Titik Lokasi TKP Begal Sadis Surabaya asal Balongsari Menerkam Mangsanya di Surabaya 2019Kolase Tribunmadura dan TribunJabar Noval Rinaldy si begal sadis Surabaya, komplotan M Hartono. Mereka telah beraksi di 12 Lokasi TKP Begal di Surabaya untuk menerkam mangsanya.

 

Mulai Surabaya barat, Surabaya Selatan, Surabaya timur, Surabaya utata, bahkan wilayah Surabaya pusat.

Berbagai titik wilayah tersebut telah dijadikan begal sadis Surabaya komplotan M Hartono (32), yang berasal dari Balongsari Madya 7A/20 Surabaya.

Sebelum nyawanya melayang ditembus peluru unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, komplotan begal sadis Surabaya M Hartono setidaknya telah beraksi di 12 tempat kejadian perkara (TKP). Semuanya di wilayah hukum Kota Metropolis Surabaya.

Saat beraksi, ia selalu membawa senjata tajam jenis pisau penghabisan sepanjang 30 cm dan selalu tega melukai korbannya.

Hasil penyelidikan kepolisian, 12 TKP yang dijadikan operasi M Hartono, si begal sadis Surabaya, adalah Jalan Lingkar Barat Lakarsantri Surabaya, Kebun Bibit Wonorejo Surabaya, Jalan Kalibokor Surabaya, Samping Utara Masjid Al Akbar Jambangan Surabaya.

Kemudian, Jalan Tambak Osowilangon Surabaya, Jalan Raya Kendung Surabaya, Jalan Rungkut Asri Surabaya, Jalan Darmo Permai Surabaya.

Lantas, Jalan Simo Kwagean Surabaya, Jalan Raya Panjang Jiwo Surabaya dan terkahir di Jalan Raya Satelit Selatan Balongsari Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho, Jumat (6/12/2019), menegaskan,

“Memang ada dua belas tempat kejadian yang kami identifikasi pelakunya menjurus ke tersangka MH ini.

Itu kami dapat dari data laporan kejadian dan ciri-ciri pelaku yang disampaikan oleh korbannya,” bebernya.

Kasubbaghumas Polrestabes Surabaya, AKP M Akhyar ketika menjenguk Slamet Efendi, korban kekejaman begal sadis Surabaya di Jalan Raya Satelit Selatan Balongsari Surabaya, yang berasal dari Lumajang. 2019Kasubbaghumas Polrestabes Surabaya, AKP M Akhyar ketika menjenguk Slamet Efendi, korban kekejaman begal sadis Surabaya di Jalan Raya Satelit Selatan Balongsari Surabaya, yang berasal dari Lumajang. (TRIBUNMADURA/FIRMAN RACHMANUDIN)

 

Menurut Kapolrestabes, dari dua belas TKP itu, aksi terakhir dilakukan oleh si begal sadis Surabaya di Jalan Raya Satelit Selatan Surabaya.

Akibatnya, korban bernama Slamet Efendi (21) warga Jatiroto, Lumajang itu mengalami luka bacok yang sangat parah.

“Korban terkahir pelaku MH mengalami luka bacok serius, jarinya putus.

Pergelangan tangan nyaris putus dan pergelangan kaki kanannya juga nyaris putus.

Inilah bisa kita lihat bagaimana sadsinya pelaku ini saat beraksi,” terangnya.

Petugas ketika mengevakuasi tubuh Slamet Efendi, pemuda asal Lumajang yang menjadi korban begal sadis di Jalan Raya Satelit Selatan, Sukomanunggal, Surabaya, Rabu (4/12/2019). 2019Petugas ketika mengevakuasi tubuh Slamet Efendi, pemuda asal Lumajang yang menjadi korban begal sadis di Jalan Raya Satelit Selatan, Sukomanunggal, Surabaya, Rabu (4/12/2019). (TRIBUNMADURA/IST)

 

Sebelum ditembak mati petugas, M Hartono berhasil membawa kabur motor Honda Scoopy hijau bernopol S 4465 BX milik korban yang juga teman perempuan Slamet Efendi, Wiwin Widayati (20) warga Dusun Ngelo, Tuban.

Ia bahkan menjualnya sendiri ke wilayah Madura dan hasilnya dibagi dengan Noval Rinaldy (22) warga Jalan Balongsari Madya 7A/24 Surabaya, yang juga turut serta dalam aksinya di Jalan Raya Satelit Selatan itu.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho 2019Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho (ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM)

 

Peduli Lingkungan Sekitar

Untuk itu, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho menghimbau kepada masyarakat Surabaya agar lebih waspada dalam beraktifitas diluar rumah.

“Para pelaku ini memang kerap menyasar korban yang rentan. Seperti anak-anak, ibu-ibu atau perempuan.

Aktifitasnya kebanyakan memang malam sampai dini hari dan menyasar lokasi-lokasi gelap dan sepi,” kata Sandi, Jumat (6/12/2019).

Tak hanya itu, polisi juga meminta masyarakat Surabaya agar saling peduli dalam berbagai aktifitas utamanya dalam mewujudkan kamtibmas di Surabaya.

“Polisi tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat harus terlibat dalam mewujudkan kamtibmas.

Saling mengingatkan dan menjaga sesama warga masyarakat dari aksi pelaku kejahatan semacam ini,” tandas perwira polisi dengan tiga melati ini.

Noval Rinaldy si begal sadis Surabaya saat membeberkan pengakuan dan perannya dalam kasus pembegalan di Jalan Raya Satelit Selatan Surabaya, Jumat (6/12/2019) di Polrestabes Surabaya. 2019Noval Rinaldy si begal sadis Surabaya saat membeberkan pengakuan dan perannya dalam kasus pembegalan di Jalan Raya Satelit Selatan Surabaya, Jumat (6/12/2019) di Polrestabes Surabaya. (TRIBUNMADURA/FIRMAN RACHMANUDIN)

Sumber : madura.tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: