143 Napi Pekanbaru Masih Buron, Polisi Periksa Soal Pungli

Sketsanews.com, Pekanbaru -Satu persatu tahanan dan napi yang melarikan diri dari Rutan Kelas IIB Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Riau berhasil dibekuk. Penyelidikan polisi atas dugaan pungli oleh petugas Rutan pun terus dilakukan.

Hingga pukul 13.10 WIB ini sudah 305 orang yang tertangkap dan diamankan. Sehingga sisa mereka yang masih kabur di luar Rutan ada 143 orang “Napi atau tahanan di dalam awalnya 1.870 lalu saat rusuh tersisa 1.343 orang sehingga yang melarikan diri 448 orang. Dari jumlah itu 143 orang belum kembali atau ditangkap,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Rikwanto di Mabes Polri Selasa (9/5).

Proses pengejaran masih berlangsung. Ada tim yang dipimpin oleh Kapolresta Pekanbaru yang menangkap dan mengejar pelaku yang masih kabur  di luar Rutan.”Kapolres di wilayah sekitar juga masih menggelar razia di jalur-jalur lintas provinsi, kota, dan kecamatan. Mereka melakukan pemeriksaan setiap kendaraan dan identitas para penumpang,” urai Rikwanto.

Dit Polair setempat juga melakukan pemeriksaan terhadap setiap penumpang yang hendak menggunakan transportasi air di setiap pelabuhan. ” Juga koordinasi dengan Polda samping seperti Polda Kepri, Polda Sumut, Polda Sumbar, dan Polda Jambi yamg membantu penyekatan dan penangkapan mereka yang kabur,” sambungnya.

Polda Riau sudah membentuk tim untuk menindaklanjuti dugaan pungli di Rutan Sialang Bungkuk. Tim diketuai oleh Irwasda Polda Riau dan ketua investigasi oleh Dir Krimsus Polda Riau. ” Hasil lidik sudah ada 12 orang yang dilakukan interogasi terdiri dari enam orang petugas Rutan, tiga orang napi dalam Rutan dan tiga orang dari keluarga napi.  Perintah Kapolda Riau tujuh hari hasil lidik  harus ditingkatkan ke penyidikan,” imbuhnya.

Dipindahkan

Sementara itu, sebanyak 13 orang tahanan Rumah Tahanan Klas IIB Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir pascainsiden kerusuhan pada 5 Mei.

Sebagaimana dilansir Beritasatu, kepala Lapas Kelas IIA Tembilahan, Sudirwan di Tembilahan, Selasa mengatakan, bahwa pengalihan ini dilakukan guna mengurangi isi Rutan Pekanbaru, yang telah kelebihan penghuni. Relokasi itu juga bertujuan mencegah kerusuhan terjadi lagi.

“Selain keadaan Rutan yang sudah melebihi kapasitas, banyak pula terjadi kerusakan-kerusakan di sana. Untuk itulah sebagian tahanan dialihkan ke seluruh Lapas yang ada di wilayah Provinsi Riau,” ujarnya.

Sudirwan mengatakan, pemindahan darurat ini dilakukan dengan pendekatan persuasif, serta penitipan langsung bagi tahanan yang berhasil ditangkap di wilayah polres maing-masing.

“Adapun 13 tahanan yang dialihkan ke lapas kelas IIA Tembilahan merupakan pelaku tindak pidana narkotika sebanyak empat orang, dan sembilan orang lainnya merupakan pelaku tindak kriminal,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, status tahanan yang telah dialihkan itu, bukan merupakan tahananan titipan melainkan sudah menjadi warga binaan lapas kelas II A Tembilahan.

Ia mengungkapkan, pada dasarnya, lapas kelas IIA Tembilahan juga mengalami kelebihan penghuni sebanyak 414 orang. Adapun kapasitas lapas hanya 215 orang, sedangkan jumlah tahanan sebanyak 729 orang dengan rincian pelaku tindak pidana khusus seperti narkoba sebanyak 299 orang, pembalakan liar sembilan orang, korupsi empat orang dan penangkapan ikan ilegal tiga orang.

Meski demikian, lanjutnya, dengan jumlah empat orang SDM yang ada di lapas kelas II A Tembilahan, pihaknya akan tetap berupaya untuk menetralisirkan kericuhan dengan terus melakukan penertiban guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diiginkan, berbagai cara terus kita upayakan salah satunya dengan melakukan pendekatan persuasif, disamping itu mengantisipasi hal-hal yang dapat menimbulkan kecemburuan sosial, mengantisipasi terjadinya hal yang mengakibatkan kerusuhan, mengantisipasi gesekan-gesekan yang dapat membahayakan keamanan, serta berusaha memenuhi hak para napi,” ungkapnya.

(bin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: