Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, Headlines, News 28 Persen Tenaga Kerja Asing Berasal dari Cina

28 Persen Tenaga Kerja Asing Berasal dari Cina

 

 

Istimewa

Sketsanews.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing pada 26 Maret 2018 (PDF). Perpres ini bertujuan untuk mendukung perekonomian nasional dan perluasan kesempatan kerja melalui peningkatan investasi.

Keberadaan Perpres tentang Tenaga Kerja Asing (TKA) menuai kritik dari berbagai pihak. Banyak masyarakat yang menganggap Perpres TKA memberikan kelonggaran para pekerja asing untuk merebut pasar kerja lokal. Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri menjelaskan Perpres tersebut hanya memudahkan prosedur perizinan TKA di Indonesia sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

“Ini kan digoreng, kita minta jangan digoreng. Kita perlu jelaskan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari Perpres ini. [Perpres] hanya memudahkan dari sisi prosedur,” kata Hanif di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta pada Selasa (24/4/2018).

Tak hanya masalah Perpres, lonjakan investasi dan proyek dari perusahaan Cina di Indonesia juga menjadi pemicu munculnya isu peningkatan jumlah TKA asal Tiongkok. Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) bahkan menilai motif pemerintah pada Perpres TKA terkesan mengakomodasi kepentingan tenaga kerja asal Cina.

Isu TKA juga menjadi tuntutan massa buruh di Hari Buruh 1 Mei 2018. Mereka mendesak pemerintah mencabut Perpres tersebut. Sejumlah politikus di Senayan pun menginisiasi pembentukan Pansus TKA. Mereka mencurigai pemerintah membiarkan TKA masuk ke Indonesia tanpa memperhatikan persyaratan yang diatur dalam undang-undang.

Dalam isu yang beredar di masyarakat, jumlah TKA di Indonesia berbeda-beda. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, sejak 2008 hingga 2017, jumlah TKA di Indonesia memperlihatkan tren yang meningkat. Pada 2008, tercatat ada 38.634 TKA yang dipekerjakan di Indonesia. Jumlah ini meningkat menjadi 73.624 orang pada 2014. Pada 2017, jumlahnya mencapai 85.974 orang atau tumbuh sebesar 6,97 persen dibandingkan 2016, seperti dilansir dari Tirto.

Jika dibandingkan dengan jumlah masyarakat Indonesia berusia 15 tahun yang bekerja, proporsi TKA masih sangat kecil. Pada 2017, porsi TKA ini hanya sekitar 0,07 persen dibandingkan 127,07 juta masyarakat yang bekerja per Februari 2018. (Ro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: