3 Cara Ukur Obesitas

Sketsanews.com – Jakarta — Obesitas tak layak disepelekan. Obesitas menjadi ‘pintu gerbang’ kemunculan penyakit berbahaya tidak menular, seperti penyakit kardiovaskular (penyakit jantung dan stroke), diabetes, gangguan otot dan sendi, bahkan kanker.

Obesitas dapat dihindari dengan beragam cara, salah satunya memantau berat badan apakah masuk dalam kategori sehat atau justru obesitas. Anda bisa melakukan pengukuran mandiri dengan tiga metode yakni Indeks Massa Tubuh (IMT), pengukuran lingkar perut, dan alat timbangan berupa body composition analyzer.

 

1. Indeks Massa Tubuh (Body Mass Index)

Menengok angka di timbangan rupanya tidak bisa membuat Anda langsung mengetahui status tubuh, apakah termasuk obesitas atau tidak. Tak sekadar angka berat badan, Anda perlu menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT).

IMT akan membandingkan berat badan dan tinggi badan. Caranya, bagi berat badan dengan tinggi badan dalam meter kuadrat. Contohnya, berat badan 82 kilogram sedangkan tinggi badan 1,70 meter (170 centimeter). Artinya, 70/(1,70×1,70) sehingga diperoleh IMT 28,3.

Dari hasil ini, cek jika Anda termasuk kategori obesitas atau tidak.

* * 17-18,4 : kurus, kekurangan berat badan ringan

* 18,5-25 : normal, ideal

* 25,1-27 : gemuk, kelebihan berat badan

* >27 : gemuk, kelebihan berat badan berat, obesitas.

Angka 28,3 termasuk dalam kategori obesitas. Sebaiknya dilakukan upaya-upaya untuk menurunkan angka ini dengan olahraga cukup dan pilihan asupan tepat.

 

2. Pengukuran lingkar pinggang

Jika rumus IMT cukup rumit buat Anda, coba ukur lingkar pinggang. Mengapa pinggang? Disinyalir besaran pinggang merepresentasikan besaran lemak viseral alias lemak yang berada di daerah perut. Lemak viseral dinilai berbahaya karena bisa memicu peningkatan hormon insulin, penurunan testosteron pada pria dan progesteron pada wanita, hormon kortisol tinggi dan hormon pertumbuhan yang rendah. Hormon yang tidak normal membuat fungsi tubuh terganggu.

Pengukuran pada pria dan wanita akan berbeda. Jika hasil pengukuran lingkar pinggang wanita menunjukkan angka lebih dari 80 centimeter maka dia tergolong obesitas. Sedangkan pada pria tergolong obesitas jika lingkar pinggang menunjukkan angka lebih dari 90 centimeter.

 

3. Body Composition Analyzer

Obesitas bisa diketahui pula dari alat body composition analizer. Alat dengan bentuk timbangan ini mampu menyajikan informasi lebih detail ketimbang IMT, yaitu mampu mengukur massa lemak dan juga tingkat hidrasi tubuh atau kandungan cairan tubuh. Semua informasi tersaji secara digital tanpa perlu susah-susah berhitung.

Normalnya, persentase lemak pada wanita 25-32 persen, sedang pada pria 18-25 persen. Status obesitas diperoleh saat persentase lemak di atas 32 persen dan di atas 25 persen. (els/ayk)

▶ Sumber ◀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: