3 Kali Wonosoco Kudus Dilanda Banjir Bandang

Banjir bandang mengenangi Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Senin (9/12/2019). Sudah tiga kali Kabupaten Kudus dilanda banjir bandang.

https://i2.wp.com/sketsanews.com/wp-content/uploads/2019/12/banjir-wonosoco-kudus1576016478.jpg?resize=600%2C400&ssl=1

Sketsanews.comKUDUS — Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, sudah tiga kali dilanda bencana banjir bandang sepanjang tahun 2019. Dampak bencana alam tersebut bisa diminimalisasi dengan adanya kesiapan pemerintah desa dan warga setempat.

“Kami sudah melakukan perbaikan tanggul sungai di sepanjang saluran air sungai setempat yang selama ini sering melimpas. Tahun 2020 kami akan kembali menganggarkan perbaikan jembatan karena masih kurang lebar agar air bisa mengalir dengan lancar,” kata Kepala Desa Wonosoco Setiyo Budi di Kudus, Jawa Tengah, Senin (9/12/2019).

Selain memperkuat tanggul sungai, kata dia, lokasi yang sering kali mengakibatkan air sungai setempat melimpas tanggulnya juga ditinggikan. Beberapa titik aliran sungai juga dilebarkan agar air yang mengalir saat debit meningkat tidak melimpas hingga menggenangi rumah warga.

Hasilnya, kata dia, tiga kali banjir bandang yang terjadi selama beberapa pekan bulan terakhir, termasuk Senin (9/12/2019), tidak sampai mengakibatkan kerusakan rumah warga atau kerusakan sarana dan prasarana lainnya.

Sebelum terjadi banjir bandang, Desa Wonosoco sempat turun hujan, kemudian sekitar pukul 18.00 WIB terjadi banjir bandang setelah debit air di Sungai Londo meluap. Jika sebelumnya air sering kali limpas hingga menggenangi puluhan rumah warga, kini dampak tersebut bisa diminimalkan.

Kalaupun masih ada rumah warga yang terdampak, kata dia, tidak banyak dan tidak ada kerusakan seperti yang pernah terjadi pada peristiwa serupa sebelumnya.

Sementara itu, Sendang Dewot yang lokasinya juga berdekatan dengan sungai setempat, katanya, tetap terkena dampak karena lumpur yang dibawa air sungai tetap masuk ke sendang, namun tidak sampai mengakibatkan kerusakan kawasan yang dijadikan destinasi wisata tersebut.

Karena bencana banjir bandang sudah berulang kali terjadi, kini warga setempat juga mulai sadar dan melakukan antisipasi dengan menempatkan perabot rumah tangga yang mudah rusak ketika terkena air di tempat yang lebih aman.

Sementara itu, Camat Undaan Rifai membenarkan adanya bencana banjir bandang di Desa Wonosoco, namun sudah mulai surut. Dampak banjir bandang, tercatat hanya mengakibatkan empat rumah warga yang terdampak dan tercatat ada lima tiang listrik roboh di Jalan Kalirejo-Prawoto.

 

Sumber : solopos.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: