3 Sketsa Terduga Penyerang Novel Didapat dari 3 Saksi Berbeda

Novel Baswedan (Foto: Ilustrasi oleh Edi Wahyono/detikcom)

Novel Baswedan (Foto: Ilustrasi oleh Edi Wahyono/detikcom)

Sketsanews.com, Jakarta – Polisi telah mengantongi 3 sketsa wajah yang diduga merupakan penyerang Novel Baswedan. Sketsa itu didapatkan dari keterangan 3 saksi mata.

“Itu kan sketsa dari saksi yang melihat. Saksi kesatu mulai melihat seperti ini, saksi yang kedua melihat seperti ini, lalu dibuat sketsanya. Saksi ketiga melihat seperti ini, dibuat sketsa juga,” ucap Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (5/7/2017). Seperti dilansir Detikcom.

Meski demikian, menurut Setyo, kesesuaian sketsa wajah itu dengan pelaku belum dapat disimpulkan. Setyo menyebut tim masih mengecek kemiripan antara sketsa wajah dengan terduga pelaku.

“Nanti kita lihat apakah ini sesuai dengan hasil penyelidikan di lapangan atau tidak. Sekarang kita akan kroscek lagi kira-kira mengarah kepada siapa pelaku ini,” kata Setyo.

Setyo lalu mengatakan sinkronisasi antara keterangan saksi, bukti di lapangan dengan sketsa wajah pelaku agar tim tidak salah melangkah. “Ingat, penyelidikan itu kan induktif dan deduktif ya. Kita (polisi) berangkat dari TKP dan kita mencari informasi-informasi dari luar, sehingga harus ketemu itu,” ujar Setyo.

Selain itu, Setyo mengatakan Polri terbuka untuk bekerja sama dengan KPK dalam mengungkap kasus tersebut. Setyo juga menyebut tim Polri akan bersama-sama KPK menuju ke Singapura untuk memeriksa Novel.

“Kita sudah membuka diri untuk bekerja sama dengan KPK. Kalau punya tim IT, silakan bekerja sama dengan kita. Kalau mereka ada informasi, sama-sama mengecek. Dan bahkan ke Singapura (untuk mem-BAP Novel) rencana kita akan bersama-sama (KPK),” terang Setyo.

Novel mengalami teror usai menunaikan salat subuh di dekat rumahnya di daerah Kelapa Gading, Jakarta Pusat, pada 11 April 2017. Penyerangan itu diduga berkaitan dengan pekerjaan Novel selaku penyidik di KPK.

Namun hingga kini polisi masih belum bisa mengungkap siapa sebenarnya pelaku teror tersebut. (Sh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: