41 Anggota DPRD Kota Malang Jadi Tersangka Korupsi

Plt Ketua DPRD Kota Malang, Abdulrachman.(Foto: Imam Muchlis/Sketsanews.com

Plt Ketua DPRD Kota Malang, Abdulrachman.(Foto: Imam Muchlis/Sketsanews.com

Sketsanews.com, Malang – Pasca ditetapkannya 41 orang oleh KPK sebagai tersangka kasus korupsi, kini DPRD Kota Malang hanya tersisa 5 anggota dewan.

Hal ini disampaikan oleh Plt Ketua DPRD Kota Malang, Abdulrachman kepada Sketsanews.com, pada Selasa, 4/9/2018.

“Jasi hanya tinggal tersisa lima orang anggota dewan saja, yakni, saya, Subur, Priyatmoko, Tutuk, dan Nirma”, kata Abdulrachman.

Abdulrachman menambahkan, bahwa DPRD Kota Malang memiliki 45 anggota dewan dari hasil Pemilu 2014 silam yang terdiri dari 11 kursi PDIP, PKB sebanyak 6 kursi, Golkar 5 kursi, Demokrat 5 kursi, PAN 4 kursi, disusul dengan PKS, PPP, Hanura, serta Nasdem yang masing-masing memiliki 1 kursi.

Adapun anggota yang ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi yakni, M Arief Wicaksono Suprapto, Zainuddin, Sahrawi, Salamet, Wiwik Hendri Astuti, Mohan Katelu, Sulik Lestyowati, Abdul Hakim, Bambang Sumarto, Imam Fauzi, Syaiful Rusdi, Tri Yudiani, Heri Pudji Utami, Hery Subiantono, Ya’qud Ananda Gudban, Rahayu Sugiarti, Sukarno, Abdulrachman, Arief Hermanto, dan Teguh Mulyono.

Selain itu, KPK juga menetapkan tersangka lain seperti, Mulyanto, Choeroel Anwar, Suparno Hadiwibowo, Imam Ghozali, Mohammad Fadli, Asia Iriani, Indra Tjahyono, Een Ambarsari, Bambang Triyoso, Diana Yanti, Sugianto, Afdhal Fauza, Syamsul Fajrih, Hadi Susanto, Erni Farida, Sony Yudiarto, Harun Prasojo, Teguh Puji Wahyono, Choirul Amri, serta Ribut Harianto.

Plt Ketua DPRD Kota Malang itu mengaku sangat prihatin dengan adanya kejadian korupsi berjamaah di Kota Malang.

“Tidak hanya saya yang dari fraksi PKB, siapapun yang punya akal sehat pasti merasa prihatin sekali, kenapa bisa jadi seperti ini. Adanya kejadian ini bisa menjadikan pelajaran yang terbaik untuk semua partai”, terang Abdulrachman.

Plt menilai, semua yang melanggar hukum merupakan suatu perbuatan yang tidak baik.

“Jadi apapun yang dikatakan melanggar hukum, maka sudah pasti itu tidak baik dan harus kita ketahui”, katanya. (Im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: