Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News, Opini Soal Hashtag #JokowiBohong, Copot Luhut Dan Andi Widjayanto

Soal Hashtag #JokowiBohong, Copot Luhut Dan Andi Widjayanto

Ilustrasi gambar: Aksi unjuk rasa mahasiswa

Ilustrasi gambar: Aksi unjuk rasa mahasiswa

Oleh : Mega Simarmata, Editor in Chief KATAKAMI.COM

Sketsanews.com – Senin, 25 Mei 2015 (KATAKAMI.COM) — Jangan pernah sekalipun meremehkan kekuatan mahasiswa. Dan diatas itu, janganlah juga sekalipun meremehkakan kekuatan rakyat.

Vox populi. Vox Dei.

Suara rakyat adalah suara Tuhan.

Kita masih ingat peringatan Hari Kebangkitan Nasional atau Harkitnas di ibukota Jakarta, ditandai dengan aksi unjuk rasa mahasiswa.

Ketika mahasiswa turun ke jalan pada peringatan Harkitnas itu, sebenarnya Presiden Joko WIdodo ada di Istana Negara.

Pagi harinya, saya bahkan sempat menulis sebuah artikel, dimana dalam tulisan ini saya menyarankan agar Presiden Jokowi membuka diri dan memberi kesempatan kepada perwakilan mahasiswa untuk masuk ke dalam Istana guna menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah.

Tulisan saya itu, direspon buruk oleh Komandan Grup A Paspampres, Kolonel Maruli Simanjuntak yang notabene adalah menantu dari Kepala Staf Kepresidenan, Luhut Panjaitan.

Intinya, Komandan Grup A Paspampres, mengekspresikan ketidak-setujuannya terhadap ide saya.

Pada hari dimana mahasiswa turun ke jalan pada peringatan Harkitnas, Presiden Jokowi justru bertemu dengan Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim.

Yang membuat saya takjub dan terpana, apa yang saya tuliskan pada momen Harkitnas itu, kok justru terjadi sehari setelah peringatan Harkitnas.

Ada mahasiswa masih turun ke jalan (padahal Presiden sudah keluar kota dan momentum Harkitnas sudah lewat) pada tanggal 22 Mei lalu.

Lantas beberapa saat sebelum aksi unjuk rasa harus dihentikan sesuai dengan yang diatur oleh Undang Undang (dimana aksi unjuk rasa hanya diperbolehkan sampai jam 18.00 WIB), yang keluar untuk menemui mahasiswa adalah Kepala Staf Kepresidenan Luhut Panjaitan dan Sekretaris Kabinet Andi Widjayanto.

Saat Luhut dan Andi sok sok an datang menemui mahasiswa, Presiden sedang diluar kota yaitu dalam acara kunjungan kerja ke Malang, Jawa Timur.

Pertanyaannya, sehebat apa dan seluas apa wewenang seorang Kepala Staf Kepresidenan sehingga mulutnya bisa lancang memastikan bahwa Presiden BERSEDIA menerima mahasiswa-mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk berdialog dan DIJANJIKAN akan disiarkan langsung di stasiun-stasiun televisi.

Tetapi malam Minggu atau Sabtu malam kemarin (23/5/2015), JANJI untuk mempertemukan mahasiswa-mahasiswa dengan Presiden Jokowi, dibatalkan.

Lantas, mahasiswa pun naik pitam karena merasa dibohongi.

Kemarahan mahasiswa itulah yang mendorong gerakan menghujat Jokowi di sosial media TWITTER dengan mendorong sebanyak-banyaknya hashtag atau tagar #JokowiBohong.

Pertanyaannya, adakah terucap secara langsung dari Presiden bahwa beliau berjanji akan menerima mahasiswa di Istana Kepresidenan pada hari Senin ini dan akan disiarkan langsung di stasiun-stasiun televisi.

Pertanyaan berikutnya, apakah semua stasiun televisi di negara ini milik Luhut Panjaitan, sehingga ia bisa memastikan bahwa semua stasiun televisi akan menyiarkan secara langsung?

Paling banter yang akan setia mendukung program pemerintah dan siap sedia untuk menyiarkan secara LIVE kegiatan presiden secara situasional adalah Metro TV.

Jadi, Luhut tidak berhak mengklaim semua stasiun televisi pasti akan menyiarkan langsung jika memang ada pertemuan Presiden dengan mahasiswa.

Kesimpulannya, yang terlalu banyak omong dan yang omongannya adalah omong kosong semata adalah Luhut Panjaitan, termasuk Andi Widjayanto yang ikut mendampingi Luhut menemui para mahasiswa pada panggung orasi demo mahasiswa sehari setelah peringatan Harkitnas di depan Istana.

Ilustrasi gambar : Banteng lawan trio macan

Jadi, sederhana saja, copot Luhut Panjaitan dan Andi Widjayanto.

Ke depan, jangan lancang dan jangan kotor mulutnya mencatut nama presiden untuk sok sok an ingin tampil di panggung aksi unjuk rasa mahasiswa.

Seolah reformis.

Seolah hebat.

Presiden tak mau dan tak berani menemui mahasiswa, tapi Kepala Staf Kepresidenan dan Seskabnya berani keluar dari dalam Istana untuk melebur bersama mahasiswa.

Yang berbohong adalah Luhut Panjaitan dan Andji Widjayanto.

Dua dari 3 trio macan yang selama ini sangat dimusuhi dan dibenci secara luar biasa oleh PDI Perjuangan.

Terlalu berani menjanjikan sesuatu atas nama presiden.

Ingatlah bahwa janganlah ada yang sombong untuk menggampangkan dan menganggap remeh pada kekuatan mahasiswa, apalagi meremehkan kekuatan rakyat.

Vox populi. Vox Dei.

 

Sumber : www.katakamidotcom.wordpress.com

%d blogger menyukai ini: