Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News, Opini Jalan Terjal Berliku Bagi Seorang Budi Waseso Yang Meroket

Jalan Terjal Berliku Bagi Seorang Budi Waseso Yang Meroket

cgwjajnviaazjz9

 

Oleh : Mega Simarmata

Sketsanews.com — Nama Kabareskrim Komjen Budi Waseso menjadi trending topic urutan ke 10 di media sosial TWITTER pada hari Selasa kemarin.

Hal tersebut disebabkan karena isu terhangat soal Laporan Harta Kekayaan Pajabat Negara (LHKPN) yang sedang ramai dibicarakan sepekan terakhir, ditanggapi langsung oleh Kabareskrim Komjen Budi Waseso saat ia menghadiri peresmian Prakarsa Anak Bhayangkara, di Jakarta, Selasa (2/6/2015).

Menurut Budi Waseso, masalah pelaporan harta kekayaan sengaja digunakan pihak-pihak lain untuk mencari kesalahannya.

“Ada pihak-pihak tertentu yang sengaja mencari kelemahan apa pun untuk menjatuhkan Kabareskrim, tapi saya tidak masalah. Mulai LHKPN dicari-cari untuk cari kelemahan saya karena itu yang dimungkinkan untuk menjatuhkan saya. Ini pesan ‘sponsor’ untuk lemahkan Polri melalui saya,” kata Budi Waseso.

Komjen Budi Waseso juga menambahkan bahwa sebagai salah satu pemegang jabatan tinggi dan strategis Polri, ia merasakan banyak tantangan yang harus dihadapi dalam menjalankan tugas.

Budi Waseso meyakini bahwa ketika kini ia sedang menangani kasus-kasus korupsi besar yang melibatkan pejabat di mana banyak pihak mencoba menghalangi.

“Di kala saya melakukan tindakan hukum kasus besar, mulai banyak yang risau, banyak yang panas dingin. Tapi saya enggak pernah takut, saya dilindungi keluarga, kakak-kakak, dan adik-adik saya di Kepolisian,” kata Budi Waseso.

Namun demikian, Budi Waseso mengakui bahwa institusi Polri pun tidak 100 persen bersih.

Menurutnya, ada pihak atau oknum polisi yang bermasalah.

“Saya tidak pernah katakan Polri bersih. Memang ada oknumnya (yang buat Polri tercemar),” ungkap Budi Waseso.

Polri, kata Budi terus melakukan pembenahan untuk memberantas oknum-oknum tersebut.

Sanksi tegas pun disiapkan pihaknya untuk membersihkan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut.

“Kita harus bersihkan, beresi, dan bina oknumnya. Kalau tidak bisa dibina, kita binasakan,” ujarnya.

Masih kata Budi, dirinya tidak pernah membayangkan dapat menjadi jenderal seperti sekarang ini.

Menurutnya, itu karena komitmen dirinya yang selalu berbuat untuk kebenaran bukan untuk menciderai institusi Polri.

“Saya tidak pernah mimpi jadi Jenderal. Jadi Jenderal keberuntungan saya karena pegang komitmen untuk kebenaran,” katanya.

Kabareskrim Komjen Budi Waseso

Bersuaranya Budi Waseso soal polemik laporan kekayaan yang dipergunjingkan secara sangat hebat di semua pemberitaan nasional, akan memberikan penjelasan kepada masyarakat.

Ia sedang berkonsentrasi menangani begitu banyak kasus yang menjadi tanggung-jawab Bareskrim untuk menangani dan menuntaskannya.

Bareskrim adalah jantungnya Mabes Polri.

Selama hampir 5 bulan menjabat sebagai Kabareskrim terlibat betul bahwa Budi Waseso tak ingin membiarkan banyaknya kasus-kasus yang mangkrak di Bareskrim.

Ditunjuknya Budi Waseso sebagai Kabareskrim di awal bulan januari lalu, tentu memang sangat mengejutkan semua pihak.

Tapi jabatan Kabareskrim itu, bukan ia yang meminta.

Ini perintah langsung dan merupakan keputusan dari Presiden yang memberikan kepercayaan kepada Budi Waseso sebagai Kabareskrim.

Seperti yang dikatakan pepatah, “Semakin tinggi pohon menjulang, maka semakin keras angin yang menerpanya”.

Sesungguhnya, kalau mau jujur, hantaman demi hantaman yang dicoba untuk ditujukan kepada Budi Waseso akhir-akhir ini, bukan karena ia melakukan perbuatan melawan hukum dalam bentuk apapun.

Kerasnya persaingan didalam internal Polri, membuat sosok Budi Waseso menjelma sebagai pesaing yang dianggap sangat membahayakan untuk menuju kursi Kapolri pada era berikutnya.

Masa jabatan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti tak akan lama.

Pertengahan tahun depan, Badrodin Haiti akan pensiun.

Hanya setahun lagi, pertarungan menuju kursi Tri Brata 1 akan kembali diperebutkan.

Dari semua pejabat utama yang saat ini menjabat di lingkungan Mabes Polri, untuk sementara waktu memang hanya Budi Waseso yang menguat dan membesar peluangnya menggantikan Badrodin Haiti.

Keberadaannya sebagai Kabareskrim, memberi ruang gerak dan kesempatan yang sangat luas kepada Budi Waseso untuk menunjukkan prestasi-prestasi hebat.

Ini yang perlu dijadikan sebagai bahan permenungan untuk Budi Waseso bahwa karena nila setitik, bisa rusak susu sebelanga.

Dalam setahun ke depan, ia tak perlu risau atas apa yang dipergunjingkan orang lain terhadap dirinya.

Sepanjang ia melaksanakan apa yang memang menjadi tugas-tugas dan tanggung-jawabnya sebagai Kabareskrim, langkahnya harus terus melangkah maju.

Budi Waseso hanya perlu mengurangi sedikit ketajamannya dalam berbicara.

Walau apa yang disampaikannya itu adalah sesuatu yang jujur dan benar.

Sebab (barangkali memang ada) pecundang dan manusia-manusia culas yang merasa terancam atas keberadaan Budi Waseso, mereka bisa melakukan serangan demi serangan lewat pihak ketiga, termasuk lewat media.

Jalan terjal berliku bagi seorang Budi Waseso yang meroket selama 5 bulan terakhir ini, memberikan hikmah kepada masyarakat Indonesia untuk bisa lebih mengenal siapa dan bagaimana Budi Waseso.

Tahun depan, ketika nanti nama Kabareskrim ini dicalonkan sebagai Kapolri yang baru, masyarakat sudah tahu tentang apa yang dikerjakan Budi Waseso selama menjabat sebagai orang nomor satu di jajaran Bareskrim.

Memilih Kapolri yang baru, bukan dan jangan seperti membeli kucing dalam karung.

Masyarakat berhak tahu, track record dan prestasi apa saja yang dimiliki calon Kapolri yang akan diajukan Kepala Negara.

Jadi, sederhana saja, sepanjang Budi Waseso meyakini bahwa apa yang dilakukan sudah benar, maka ia tak perlu ragu melangkah dan melakukannya.

Sebab kebenaran itu ibarat air sungai yang mengalir.

Ia, akan terus mengalir, walau dibendung.

 

Sumber : www.katakamidotcom.wordpress.com

%d blogger menyukai ini: