Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News, Opini Timnas dan Indonesia Raya yang Tak Getarkan Dada

Timnas dan Indonesia Raya yang Tak Getarkan Dada

Timnas dan Indonesia Raya yang Tak Getarkan Dada
Oleh : Putra Permata Tegar Idaman
 
Sketsanews.com – “Luar biasa, dengar lagu Indonesia Raya dinyanyikan puluhan ribu orang di GBK itu bikin merinding ya.”Itulah yang dikatakan oleh seorang rekan saya empat tahun lalu saat perhelatan SEA Games digelar di Jakarta.

Lagu kebangsaan. Dinyanyikan beramai-ramai. Bersama-sama. Wajar jika ada pendapat yang menyatakan bahwa mereka merinding karenanya. Lalu wajar pulakah jika ada suara yang mengatakan bahwa saat itu dirinya merasa biasa saja dan tak tergetar saat Indonesia Raya dikumandangkan?

Sebagai gambaran, saat itu Indonesia Raya dinyanyikan di awal pertandingan antara Indonesia lawan Malaysia pada final cabang sepakbola SEA Games. Saat para pemain masih berdiri tegap di lapangan penuh percaya diri menjalani babak final.

Indonesia Raya yang diputar saat itu, adalah Indonesia Raya yang menjadi pembuka pertandingan dan awal dari perjuangan.

Di tiap ajang multievent, momen paling membahagiakan adalah saat seorang atlet berdiri di podium tertinggi dengan kalungan emas di badan. Di saat itulah, atlet bisa ‘memaksa’ semua yang ada di arena mendengarkan lagu kebangsaan tempat mereka berasal.

Pada ajang SEA Games, dari tahun ke tahun penyelenggaraan, Indonesia Raya selalu berkumandang dari berbagai penjuru arena. Dari lapangan atletik, kolam renang, arena bulutangkis, venue angkat besi, dan berbagai panggung pertandingan lainnya.

Dari lapangan sepakbola, Indonesia Raya pun selalu berkumandang. Selalu dan berkali-kali. Namun sayangnya hanya dikumandangkan pada awal pertandingan. Saat kedua tim masuk lapangan dan bersiap memulai pertandingan.

Usai kejayaan di Manila tahun 1991, tidak ada lagi Indonesia Raya yang berkumandang di pengujung pertandingan sepakbola. Tak ada lagi lagu Indonesia Raya yang diiringi kalungan medali emas ada di dada dan bendera Merah Putih yang naik di puncak tertinggi menuju angkasa.

Padahal, momen Indonesia Raya seperti itulah yang banyak dinantikan. Betapa mengharukannya mendengar bait ‘Hiduplah tanahku, hiduplah negeriku, Bangsaku rakyatku semuanya’ di tengah senyum haru para pemain yang berdiri dengan gagah di lapangan meskipun kaki mereka jelas mengalami kelelahan.

Sudah teramat lama, lebih dari dua dasawarsa, pesepakbola kita selalu ‘dipaksa’ mendengar lagu kebangsaan negara lain di pengujung turnamen. Berdiri di tempat ketiga ataupun tempat kedua, mungkin sama sakitnya dengan posisi tak mendapat medali karena harus melihat bendera negara lain lebih tinggi dibanding bendera milik sendiri.

Sebagai negara yang memiliki ambisi tinggi di dunia sepakbola, jelas emas selalu jadi harga mati di tiap penyelenggaraan SEA Games, tak terkecuali saat ini.

Tak perlu minder dengan lawan-lawan yang ada karena bila lawan tetangga Asia Tenggara saja sudah ada rasa takut yang bersemayam, maka patutlah target jadi macan asia kembali direnungi lebih dalam.

Indonesia bakal memulai perjuangan tentunya dengan terlebih dulu lolos ke babak semifinal dari grup yang berisikan Singapura, Myanmar, Kamboja, dan Filipina.

Kualitas tim-tim Asia Tenggara pada dasarnya serupa dan tak jauh berbeda. Karena itulah, Indonesia pun akan selalu memiliki peluang untuk mengangkat Merah Putih ke angkasa.

Dan betapa menggetarkannya bait ‘Indonesia Raya, Merdeka Merdeka, Hiduplah Indonesia Raya’ yang diiringi pemandangan mata-mata pemain yang basah oleh air mata bahagia yang mulai menggenang mencari jalan untuk turun ke tempat yang lebih rendah.

Bila momen itu benar-benar terjadi, maka ‘getaran’ yang dialami suporter Indonesia saat mendengar Indonesia Raya di awal pertandingan pastilah jadi tidak berarti apa-apa.

Saat Indonesia Raya berkumandang di akhir pertandingan diiringi genggaman emas di tangan, maka getaran luar biasa akan menggemuruhkan dada tiap warga Indonesia. Tak perlu berada langsung di Singapura untuk merasakannya, karena efek dahsyat dan rasa harunya tetap akan terpancar meski melalui layar kaca.

Itulah Indonesia Raya yang ditunggu oleh masyarakat Indonesia, Indonesia Raya yang mampu menggetarkan dada.

Sumber : www.cnnindonesia.com
%d blogger menyukai ini: