Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Langkah NU Bogor Hadapi Gerakan Anti-NKRI

Langkah NU Bogor Hadapi Gerakan Anti-NKRI

peta-indonesia-ilustrasi-_120721204112-796

Sketsanews.com – Ketua Tanfidziah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kota Bogor Dr Ir Ifan Haryanto mengemukakan pula bahwa langkah strategis yang dilakukan untuk menghadapi ancaman-ancaman terhadap NKRI. Salah satunya, PCNU Kota Bogor menjalankan program pendidikan dan pembinaan kader.

“Materinya mengenai politik kebangsaan, cinta Tanah Air, dan NKRI,” katanya, Ahad (7/6). Karena itu, PCNU Kota Bogor melakukan kampanye gerakan kebangsaan dan cinta NKRI ke seluruh lapisan masyarakat, termasuk kepada lingkungan PT dan kampus.

Dalam kaitan itu, pihaknya bekerja sama dengan komponen PT lainnya untuk bersama-sama menangkal gerakan-gerakan anti-NKRI. Ia mengatakan, untuk semakin memperjelas mengenai sikap NU terhadap maraknya gerakan formalisasi syariat Islam yang pada ujungnya berupaya mendirikan negara Islam di Indonesia yang sangat berpontensi mengancam kesatuan NKRI dan Pancasila, maka pada Forum Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama pada 28-30 Juli 2006 di Surabaya dikeluarkan maklumat untuk mendukung Pancasila, UUD 1945, dan NKRI.

Dalam maklumat tersebut di antaranya disebutkan bahwa NU bertekad meneguhkan kembali komitmen kebangsaannya untuk mempertahankan dan mengembangkan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah NKRI. Peneguhan ini perlu dilakukan karena menurut NU, Pancasila, UUD 1945 dan NKRI adalah upaya final umat Islam dan seluruh bangsa.

Ia menyatakan bahwa PT merupakan simpul cendekia (center of excellent), serta simpul perubahan (agent of change), dan juga potensial menjadi wahana atau kawah “candradimuka” pembentukan karakter, faham, dan ideologi dalam konteks kebangsaan.

Karena itu pula maka SDM PT perlu diarahkan agar menjadi SDM yang memiliki karakter yang baik, memiliki loyalitas yang tinggi bagi bangsanya, serta berkomitmen siap berjuang untuk mempertahankan NKRI.

Kenapa PT menjadi bagian penting dari pergerakan mempertahankan NKRI, katanya, sebab PT merupakan salah satu entitas intelektual yang dipandang sementara ini sebagai institusi yang bebas dari kepentingan politik dan golongan, sehingga diyakini bahwa orientasi politik PT merupakan orientasi politik kebangsaan.

“Bayangkan jika PT yang merupakan pusat intelektual menjadi pusat pergerakan politik aliran atau kelompok, maka dapat dipastikan ini akan membahayakan negara,” demikian Ifan Haryanto.

 

Sumber : www.republika.co.id

%d blogger menyukai ini: