Sketsa News
Home Berita Terkini, News Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadan Digelar Tertutup

Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadan Digelar Tertutup

18522_16232_3566_2673_28-Juni-oke-foto-A-27-6-14-Sketsanews – Ramadan segera tiba. Kementerian Agama (Kemenag) diperkirakan menggelar sidang isbat penetapan awal puasa pada 17 Juni. Ketua Komisi VIII DPR Saleh Partaonan Daulay meminta agenda tahunan itu dilakukan tertutup dari liputan media.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut mengatakan, tahun lalu Kemenag sudah arif dan bijaksana dengan menggelar sidang isbat penetapan awal puasa, Lebaran, dan Idul Adha secara tertutup. ’’Saya berharap tahun ini juga digelar tertutup,’’ katanya di Jakarta kemarin.

Menurut dia, sidang isbat yang digelar tertutup bisa menghindari potensi gejolak di masyarakat. Sebab, dalam proses sidang isbat itu, akan muncul adu pandangan tentang penetapan tanggal-tanggal di kalender Hijriah. Dia khawatir akan muncul gejolak di masyarakat yang belum mengetahui ilmu falak dengan baik.

Saleh mendapat informasi bahwa tahun ini awal Ramadan dan Idul Fitri tidak ada perbedaan antara Muhammadiyah, pemerintah, dan Nahdlatul Ulama (NU). Meski begitu, sidang isbat tetap harus digelar tertutup. Sebab, awal Ramadan dan Idul Fitri sama murni karena posisi hilal (bulan muda). Bukan karena telah terjadi kesepakatan adanya satu kriteria penetapan awal bulan Hijriah antara NU dan Muhammadiyah.
Sampai saat ini dua ormas Islam besar di Indonesia itu memiliki kriteria berbeda. Muhammadiyah menggunakan sistem hisab. Intinya, bila tinggi hilal telah berada di atas ufuk, bulan sudah berganti dalam kalender Hijriah.

Sebaliknya, NU memiliki kriteria lain. Mereka menetapkan bulan berganti jika tinggi hilal sudah lebih dari 2 derajat di atas ufuk. Sistem itu dikenal dengan sebutan rukyatulhilalatau melihat langsung posisi bulan.

Dirjen Bimas Islam Kemenag Machasin mengatakan siap menggelar sidang isbat secara tertutup. Dia menuturkan, sidang isbat terdiri atas beberapa rangkaian. Pertama, paparan pengamatan astronomi, biasanya oleh Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin. Sesi paparan kajian astronomi tersebut digelar terbuka.

Setelah itu, masuk sidang inti. Nah, proses sidang inti tersebut digelar terutup di aula kantor Kemenag, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat. Baru setelah ada keputusan sidang, menteri agama beserta jajaran ormas Islam menyampaikan secara terbuka kepada masyarakat umum melalui media massa.

Sumber: www.Jawapos.com

%d blogger menyukai ini: