Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News OJK Penetrasi Keuangan Syariah Dengan PRS

OJK Penetrasi Keuangan Syariah Dengan PRS

18836_16515_OJK
Sketsanews.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Pasar Rakyat Syariah (PRS) serentak di tujuh kota (Bandung, Medan, Surabaya, Makassar, Semarang, Balikpapan dan Jakarta) pada hari ini (13/6) dan besok (14/6). Di Jakarta, kegiatan berlangsung di Parkir Selatan, Senayan, dengan menyediakan 150 booth yang berisi produk-produk syariah. PRS digelar sebagai bagian dari gerakan kampanye keuangan syariah nasional bertajuk Aku Cinta Keuangan Syariah (ACKS).

Dalam sambutan pembukaan PRS, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad mengatakan, kegiatan ini memiliki beberapa tujuan. Antara lain, meningkatkan literasi keuangan syariah pada masyarakat luas, meningkatkan loyalitas nasabah bank dan lembaga keuangan syariah sehingga, menggunakan jasa keuangan syariah sebagai budaya.

“?Ini merupakan upaya mendorong pertumbuhan dan memperbesar pangsa pasar keuangan syariah agar dapat berkontribusi lebih besar bagi pembangunan,” kata Muliaman.

Muliaman menambahkan, ke depan, OJK akan terus melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan pasar modal, baik pasar saham maupun pasar surat utang, sebagai sumber pembiayaan yang semakin penting bagi dunia usaha, dengan kualitas infrastruktur dan regulasi yang semakin meningkat dari waktu ke waktu. Selain itu, memperbesar akses bagi usaha kecil dan menengah pada sumber pembiayaan, baik perbankan, lembaga pembiayaan dan penjaminan, pasar modal, serta lembaga keuangan mikro. Tidak kalah penting adalah mendorong peningkatan basis investor ritel domestik.

“Dengan ketiga fokus tersebut, ekonomi syariah diharapkan dapat membantu dalam peningkatan ketahanan dan daya saing pasar keuangan Indonesia menghadapi tantangan perekonomian nasional ke depan,” tuturnya.

Sementara data dari OJK per Maret 2015, industri perbankan syariah terdiri dari 12 bank umum syariah, 22 unit usaha syariah yang dimiliki oleh bank umum konvensional dan, 163 BPRS dengan total aset sebesar Rp 264,81 triliun. Total pangsa pasar 4,88 persen.

Jumlah pelaku industri keuangan non bank (IKNB) syariah 98 lembaga di luar LKM (lembaga keuangan mikro), yang terdiri atas usaha jasa takaful (asuransi syariah) yang mengelola aset, Rp 23,80 triliun, usaha pembiayaan syariah yang mengelola aset senilai Rp 19,63 triliun, serta lembaga keuangan syariah lainnya dengan asset, Rp 12,86 triliun.
“Secara keseluruhan pangsa pasar IKNB Syariah telah mencapai 3,93 persen dibanding total aset Industri Keuangan Non Bank secara umum,” ujarnya. (Ratih Paramitha/dio)

sumber:www.jawapos.com

%d blogger menyukai ini: