Sketsa News
Home Berita Terkini, News Perselingkuhannya Diungkap, Dubes Spanyol Pukuli Seorang Penulis China

Perselingkuhannya Diungkap, Dubes Spanyol Pukuli Seorang Penulis China

0328169Zhu-Ziping-dan-dubes-Spanyol780x390
Sketsanews.com – Seorang penulis China Zhu Ziping, yang memiliki nama pena Jiu Dan, menuding Duta Besar Spanyol di Beijing Manuel Maria Valencia Alonso menganiayanya setelah penulis itu meluncurkan buku berisi kisah cintanya dengan sang duta besar.

Penulis perempuan berusia 47 tahun itu kemudian menggelar protes di depan kantor kedutaan besar Spanyol di Beijing. Zhu menaruh sebuah payung penuh tulisan di depan gedung kedubes Spanyol.

“Protes terhadap Dubes Spanyol, Manuel Maria Valencia Alonso, karena memukuli seorang penulis China. Sebuah protes karena kantor kedutaan menjadi tempat bagi dia (Dubes) untuk bermain perempuan,” demikian bunyi tulisan yang dituliskan di payung itu.

Kepada sejumlah wartawan Zhu mengatakan, dia bertemu dengan Manuel pada Mei 2013 dalam sebuah pameran di Beijing. Meski Manuel sudah beristri, namun hal itu tak menghalangi keduanya untuk berkencan. “Kami saling memahami dengan cukup baik dan kemudian kami mulai berkencan,” ujar Zhu.

Lalu pada April lalu, klaim Zhu, Dubes Manuel tiba-tiba memutuskan hubungan cinta mereka.

“Saya kira dia hanya mempermainkan perasaan saya, sehingga saya kemudian memutuskan menulis sebuah buku berjudul Mr Ambassador (Tuan Duta Besar). Buku itu hanya berisi tentang kisah cinta seorang perempuan dan tak ada hubungannya dengan dia,” kata Zhu.

Pada 13 Juni lalu, Zhu tak sengaja melihat Dubes Manuel tengah memeluk seorang perempuan China di sebuah bar. Saat itu, Zhu memutuskan untuk menghampiri Manuel dan menanyakan mengapa pria itu begitu tak menghargainya.

Aksi Zhu itu memicu pertengkaran panas dengan Manuel. Sang penulis mengklaim Manuel kemudian menamparnya sebanyak dua kali, menindihnya di tanah dan memukuli kepalanya.

“Sambil memukuli saya dia berkata bahwa saya sudah menulis buku tentang dia,” ujar Zhu.

Zhu menambahkan, baik Kementerian Luar Negeri China dan pengadilan setempat menolak melakukan tindakan terkait insiden tersebut.

“Petugas pengadilan mengatakan jika seorang warga China yang memukuli saya, maka mereka akan menerima pengaduan saya. Namun, sebagai seorang diplomat, Manuel Maria Valencia Alonso memiliki imunitas,” lanjut Zhu.

Merasa frustrasi, Zhu memilih untuk melakukan aksi duduk di depan kantor kedutaan besar Spanyol di Beijing. Perempuan itu menegaskan dia hanya meminta sang duta besar meminta maaf atas perbuatannya.

Sumber: www.shanghaiist.com

%d blogger menyukai ini: