Sketsa News
Home Berita Terkini, News Ekonomi 2016 Diperkirakan Masih Lesu

Ekonomi 2016 Diperkirakan Masih Lesu

Foto-layar-060415-020334-PM

Sketsanews.com – Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyebutkan perekonomian Indonesia tahun depan diperkirakan belum pulih. Hal ini berdasarkan perkembangan ekonomi global yang turut mempengaruhi nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS.

Menteri keuangan menyebutkan salah satu penyebabnya adalah rencana kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed). Selain itu, kondisi perekonomian Yunani yang terancam bangkrut. Karena tak mampu membayar utang juga perlu diwaspadai.
“Ini lebih kepada masalah confidence market global ya. Jadi ya kita tentunya harus punya persiapan yang kuat. Jadi penguatan pada fundamental makro saja yang kita jaga. Tapi dampak dari Yunani sendiri itu pasti berimbas ke seluruh dunia, tidak hanya di beberapa negara,” kata Menteri kepada Wartawan di Jakarta,seperti yang dilansir Suaramerdeka.com, Rabu (24/6).

Menurutnya, kondisi perekonomian global tersebut berpotensi menekan laju rupiah. Pemerintah mengasumsikan nilai tukar Rupiah di tahun depan di posisi Rp 13.400. “Itu kan range, nanti kita tentukan titiknya 14 Agustus. Ya, kita jaga pada
nilai tukar, kita jaga pada fundamental makro tadi, paling penting, dari anggaran kita, dari defisit transaksi berjalan. Sejauh ini sih semuanya variable-variable semua itu dalam kondisi yang bagus, kecuali nilai tukar kita, kita upayakan supaya tidak volatile lagi,” ungkapnya

%d blogger menyukai ini: