Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News, Wawancara Ada 25 Penyimpangan Ramadan Tahun ini

Ada 25 Penyimpangan Ramadan Tahun ini

Sketsanews.com – Sebagai seorang ulama juga Imam Masjid Istiqlal, Ali Mustafa Yaqub mengamati jika selama bulan Ramadhan tahun ini terjadi 25 penyimpangan. Selain itu dia juga memberikan pandangan soal istilah Islam Nusantara yang kini sedang hangat menjadi perdebatan.

Ali mengatakan jika 25 penyimpangan selama bulan Ramadan terjadi ketika menentukan awal Ramadan. Dia berpandangan jika penentuan awal Ramadan kali ini tidak sesuai dengan petunjuk nabi. Selain itu Kiai Ali juga menyoroti jika banyak yang salah mengartikan hikmah dari bulan Ramadan.

“Saya mengamati Ramdan saja. Ada 25 penyimpangan Ramadan,” katanya saat berbincang dengan merdeka.com di kantor Bank Bukopin Syariah, Jalan Melawai Raya, Kebayoran Baru,Jakarta Selatan, kemarin.

Berikut penuturan KH Ali Mustafa Yakub kepada Arbi Sumandoyo dari merdeka.com.

Menurut anda budaya Indonesia melenceng dari Islam?

Ada yang masih bagus. Ada yang tidak. Saya mengamati Ramadan saja. Ada 25 penyimpangan Ramadan.

Apa saja?

Pertama, menetapkan Ramadan tidak berdasarkan petunjuk nabi, atau tidak meletakkan dalil syar’i. Kedua, bergembira dengan datangnya Ramadan itu mengharamkan masuk neraka. Mengharamkan maksiat hanya pada bulan Ramadan. Selanjutnya, pelipatan pahala dan amal hanya bulan Ramadan. Kemudian puasa dan tarawih menghapuskan semua dosa, besar kecil, baik disengaja atau tidak. Tidak boleh berbohong ketika puasa saja, di luar puasa tidak apa-apa.

Kemudian, hari Nuzulul Quran, biasanya di hari 17, padahal kalau mengikuti hadis itu 24. Ada yang orang berpendapat salat witir itu hanya di bulan Ramadan. Kemudian, menyambut Ramadan itu hanya di minggu-minggu pertama saja.

Itu terjadi di sini?

Ya banyak. Kemudian menganggap pahala salat wajib itu dilipatkan menjadi 70. Kemudian salat sunnah itu menjadi wajib. Sama dengan wajib nilainya. Kemudian menghidupkan malam Ramadan dengan kemaksiatan dan kemungkaran. Ganggu orang lain dan segala macam. Kemudian fenomena pemborosan dan konsumtifisme pada bulan Ramadan. Kemudian ada lagi salat malam per malam, tiap malam Ramadhan. Kemudian membagi Ramadan menjadi tiga, 10 pertama, 10 kedua dan 10 ketiga. Rahmat, Maghfirah dan, itu hadisnya palsu.

Kemudian membatasi tarawih hanya 11 rakaat. Kemudian mengaitkan zakat dengan Ramadan. Zakat seluruhnya ya. Zakat yang berkaitan dengan Ramadan ialah zakat fitri saja. Kemudian puasa diterima atau tidak tergantung zakat fitri. Zakat menyucikan harta salah juga. Idul Fitri hari raya kesucian, salah lagi. Kemudian mengakhirkan buka puasa. Kemudian menggembelkan diri pada bulan Ramadan dengan alasan itikaf, itu juga banyak terjadi. Bermalas-malasan. Kemudian menganggap tidurnya orang puasa itu ibadah. Kemudian 1 tahun jadi Ramadan semuanya.

Anda tadi mengatakan salah jika Ramadan di bagi tiga, bisa dijelaskan?

Penyimpangan itu terjadi sebetulnya karena ada hadis palsu. Yang tadi saya sebutkan itu ada 9. Kemudian yang kedua, kesalahpahaman dalam memahami itu, tapi resikonya karena hadist palsu itu menjadi haram. Kesalahpahaman itu bisa menjadi haram dan bid’ah dan sesat. Seperti menetapkan awal Ramadan tidak menggunakan dalil syar’i. Itu berbahaya itu. Puasa bukan sekadar haram tapi menjadi bid’ah dan sesat pelakunya. Itu yang berbicara itu 3 ulama, salah satunya Imam Al Khattabi dari Mazhab Syafii. Beliau meninggal pada tahun 385SM. Dan dua ulama dari Mazhab Hambali.

Itu Imam mengatakan, siapa yang menetapkan awal Ramadan dan awal Syawal dengan hisab, falaq, maka dialah orang sesat dan pelaku bid’ah dalam agama.

Dan itu terjadi di Indonesia?

Di Indonesia ada 9 cara dalam menetapkan awal Ramadan. Tapi nabi mengajarkan hanya dua saja. Itu Islam di Indonesia seperti itu.

Kalau dikatakan tidak sesuai dengan ajaran nabi, bagaimana dengan yang menjalankan puasa?

Ya ibadahnya tidak diterima.

Bagaimana dengan puasa tahun ini di Indonesia?

Yang tidak menggunakan dalil syari, menurut para ulama tidak akan diterima. Kalau tidak menggunakan dalil syari. Wong ada yang menetapkan awal Ramadan dengan perasaan, perasaan gurunya. Ada yang tadi malam bermimpi bertemu nabi. Yang seperti inikan bahaya sekali.

Di Indonesia, membagi 3 Ramadhan ini sudah sering didengar?

Siapa yang membagi seperti itu. Siapa yang membagi seperti itu, wong hadisnya palsu. Kalau mau mengikuti hadis yang sahih, Ramadan dibagi menjadi dua, 20 dan 10.

Apa pesan anda untuk umat Islam di Indonesia?

Untuk akidah dan ibadah harus mengikuti tuntunan Rasulullah. Titik. Kalau ibadah kita mau diterima. Untuk non ibadah, sepanjang tidak bertentangan dengan ajaran Islam silakan. Tapi kalau bertentangan tidak boleh.

 

Sumber : www.merdeka.com

%d blogger menyukai ini: