Sketsa News
Home Berita Terkini, News TNI: Usia Pesawat Berdasar Jam Terbang, Bukan Tahun

TNI: Usia Pesawat Berdasar Jam Terbang, Bukan Tahun

19857_17536_sip-Hercules

Sketsanews.com – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Tantowi Yahya mengklaim kondisi alutsista yang dimiliki TNI AU menjadi penyebab jatuhnya pesawat Hercules C-130 beberapa hari lalu. “Kami Komisi I menarik kesimpulan kondisi alutsista (TNI) yang sudah uzur dan selebihnya tidak lagi relevan dengan teknologi saat ini,” kata Tantowi di Jakarta, Sabtu (4/7).

Menurut dia, hal itu mengacu dari data Centre for Strategic and Internasional Studies (CSIS). Sekitar 28 persen alutsista berada pada kisaran usia lebih dari 40 tahun. Sekarang saatnya untuk melakukan modernisasi alutsista TNI.

Selain itu, kurangnya anggaran menjadikan perawatan alutsista tidak maksimal sehingga menyebabkan kondisinya semakin menurun. Anggaran pertahanan yang diberikan kepada TNI, Rp 106 triliun tidak cukup untuk keperluan alutsusta. “Angka ini terdengar fantastis. Padahal, itu masih jauh dari kebutuhan ideal TNI,” katanya.

Sementara itu, Kapuspen TNI Mayjend TNI Fuad Basya membantah anggapan yang menilai Hercules jatuh karena kurang perawatan. Dari sisi pemeliharaan pesawat tersebut sangat memenuhi syarat.

Fuad mengatakan, pesawat yang jatuh di Medan itu akan memasuki masa tua apabila telah terbang 38 ribu jam, sementara Hercules yang jatuh baru menempuh 28 ribu jam. “Sebelum berangkat pun seluruh komponen pesawat telah dicek. Ketika semua siap, pesawat baru diperbolehkan terbang,” tuturnya.

Dia menambahkan, pesawat tidak akan berangkat apabila ada kerusakan. Meski kerusakan tersebut hanya komponen terkecil. Untuk perawatan pesawat juga sudah optimal. Indonesia memiliki empat tingkatan pesawat, yakni pesawat baru, rusak ringan, rusak sedang dan rusak berat.

Apabila pesawat sudah terbang selama 50 jam, dalam kondisi rusak maupun tidak, itu harus masuk pemeliharaan skuadron. Sudah tiga tahun harus masuk skuadron teknik. “Apabila masuk lima tahun, 3.600 jam terbang, dia harus masuk depo pemeliharaan di Bandung. Ini cukup lama pembedahannya, dibedah semua, setelah keluar dari depo, pesawat jadi bujang kembali. Siap pakai,” ucapnya.(Su).

 

Sumber: www.jawapos.com

%d blogger menyukai ini: