Sketsa News
Home Berita Terkini, News Pengemis Raup Dua Juta Seminggu

Pengemis Raup Dua Juta Seminggu

pengemis
Sketsanews.com – Selasa (23/6/2015), Ibukota masih menjadi surga bagi pengemis untuk meraup rezeki, terutama pada bulan suci Ramadhan. Terbukti sepekan puasa, pengharap derma ini mampu mengantongi uang jutaan rupiah.

Salah satu pengemis yang meraup Rp2 juta selama Ramadhan adalah Husin. Warga asal Parung, Bogor ini biasa beroperasi di wilayah Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Uang sebanyak itu dihitung petugas dari saku lelaki berusia 67 tahun itu.

Menurut Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Masrokhan, intensitas razia yang dilakukan pihaknya selama bulan puasa memang ditingkatkan. Pasalnya, dari pengalaman yang ada, jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Jakarta meningkat tajam. Kebanyakan mereka adalah pendatang.

“Kami telah berkoordinasi dengan Satpol PP DKI untuk meningkatkan razia terhadap mereka. Dan memang wajar saja kalau Jakarta ini masih menjadi magnet untuk meraup rezeki di bulan puasa. Karena memang pendapatan yang mereka peroleh cukuplah besar. Seperti Husin, PMKS yang ditangkap Sudin Sosial Jakarta Selatan,” ujar Masrokhan. Sebagaimana yang dilansir pojokkota.com.

Kismoyohadi, selaku Kepala Sudin Sosial Jakarta Selatan mengatakan, dalam penjangkauan pengemis pihaknya bekerjasama dengan Satpol PP. “Kami sudah memantaunya beberapa waktu yang lalu. Banyak pula laporan dari masyarakat dan pihak terkait, adanya pengemis itu. Akhirnya kita bawa hari ini ke Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Bangun Daya untuk diberikan pembinaan,” tandasnya.

Dia menambahkan, pengemis itu bahkan sudah merapihkan uangnya sedemikian rupa. Dengan demikian, memudahkan pihaknya menghitung jumlah uang yang berhasil didapatkan. “Pengemis itu sempat menolak untuk dihitung uangnya. Ia nggak mau dicolek duitnya oleh petugas kami. Bahkan sempat juga tidak mau dititipkan uangnya di sini. Tapi petugas kami membujuknya supaya percaya dengan kami agar dititipkan,” ucap Kismoyo.

Warga dihimbau agar tidak memberi sedekah kepada pengemis di jalan. Selain melanggar Perda Nomor 8/2007 tentang Ketertiban Umum juga bisa menimbulkan permasalahan sosial. “Memberi uang pengemis di jalan sama halnya membiarkan kemalasan kepada mereka. Karena mengemis itu instan dan mudah, kalau dibiarkan bisa tidak tertib Jakarta ini,” sambungnya.

Sesuai dengan data Dinas Sosial DKI Jakarta, selama enam bulan dari Januari hingga Juni sebanyak 4.979 PMKS dijaring. Pemulangan terhadap kelompok penyakit masyarakat inipun telah dilakukan. Mereka dipulangkan antara lain ke Palimanan, Jawa Barat dan Semarang, Jawa Tengah.(Su).

%d blogger menyukai ini: