Sketsa News
Home Berita Terkini, Editorial, News Mau Dibawa Kemana Negara Ini

Mau Dibawa Kemana Negara Ini

pbn
Sketsanews.com – Beberapa hari lalu kita saksikan saling serang pernyataan antar pembantu presiden. Seorang menteri dianggap telah menghina presiden. Sementara menteri yang lainnya membela dengan melontarkan pernyataan membela sang presiden, sehingga terjadi perang pernyataan di media. Wakil Presiden dengan Presiden pun pernah berbeda pernyataan di media menanggapi suatu masalah.

Yang terbaru, partai utama pendukung Jokowi, PDIP, menginginkan jabatan menteri yang duduk di pemerintahan ditambah, mengingat PDIP hanya mendapat jatah 4 menteri. Sedangkan Nasdem yang punya kursi di parlemen 36 kursi dapat jatah 3 menteri. Padahal PDIP mempunyai kursi lebih dari seratus. Tentunya ini menimbulkan ketimpangan asas keadilan.

Dari berbagai kejadian tersebut menunjukkan tidak terjadi kekompakan ditubuh pemerintahan Jokowi-JK. Kita juga sedikit maklum karena pemerintahan ini terdiri dari berbagai parpol yang semuanya punya kepentingan dan merasa berjasa menghantarkan Jokowi dan Jusuf Kalla menuju RI satu.

Kondisi itu diperburuk dengan adegan kesalahan yang dilakukan orang di sekitar Presiden. Sebelumnya kita saksikan kesalahan tulis mengenai tempat kelahiran proklamator bangsa ini. Kali ini kesalahan mengenai singkatan BIN yang tertera di surat undangan pelantikan kepala BIN dan panglima TNI, yang seharusnya Badan Intelijen Negara tetapi ditulis Badan Intelijen Nasional.

Walaupun kesalahan menjadi fitrah dari manusia, tetapi kesalahan pejabat negara bagi rakyat, sedikit memalukan. Sebab ini merupakan sedikit penampakan asli citra pemerintahan yang tidak teliti dan lalai terhadap hal yang sepele. Selain itu memperburuk kinerja pemerintahan.

Kesalahan yang dilakukan orang di sekitar Istana, nampaknya sangat meprihatinkan. Untuk itu, kita sebagai warga negara yang peduli dengan bangsa ini mendesak supaya pemerintahan yang dibentuk Presiden Joko Widodo segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pembantunya di sekitar Istana.

Kita pun tidak menginginkan negara ini dijadikan eksperimen dan coba-coba oleh sekelompok atau golongan tertentu. Karena mendirikan negara bukan untuk main-main. Negara ini milik bersama bukan milik golongan atau kelompok tertentu.

Kita juga mempertanyakan mau dibawa kemana pemerintahan ini? Jika kita saksikan antar penyelenggara negara saling berseteru dan berebut kekuasaan.(ki).

%d blogger menyukai ini: