Sketsa News
Home Berita Terkini, News Menteri Agama: larangan beribadah melanggar konstitusi

Menteri Agama: larangan beribadah melanggar konstitusi

hari-ini-pemerintah-gelar-sidang-isbat-tetapkan-awal-puasa
Sketsanews.com – konstitusi menjamin kemerdekaan setiap penduduk untuk memeluk agama dan beribadah menurut agama yang dipeluknya, karenanya institusi agama yang melarang terlebih melakukan kekerasan terhadap umat beragama lain yang sedang beribadah, dapat dianggap melecehkan konstitusi. Hal itu ditegaskan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dalam siaran pers Kementerian Agama, senin (20/7)
sebab,lanjutnya, larangan beribadah, apalagi yang berujung kekerasan, jelas melanggar konstitusi. Pihak-pihak yang terbukti melakukannya harus bertanggung jawab secara hukum.

“Pihak-pihak, baik perorangan maupun institusi, yang terbukti melakukan hal seperti itu tak hanya melanggar hak asasi manusia yang dijamin UUD 1945, tetapi juga telah meruntuhkan sendi-sendi bangunan kerukunan hidup umat beragama,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Menurutnya, aparat penegak hukum harus mampu menangani dan menindak pelaku pelanggaran hak asasi manusia (HAM) seperti itu. Tidak terkecuali bila pelakunya adalah tokoh agama, ormas keagamaan maupun institusi keagamaan.

Terkait peristiwa di Tolikara, Papua, ia berharap semua pihak tidak terpancing untuk main hakim sendiri. Ia berharap supaya kasus ini diserahkan aparat yang berwenang.

“Percayakan penyelesaian kasus ini pada institusi yang berwenang. Kedepankan persatuan-kesatuan bangsa di atas kepentingan kelompok atau golongan. Jaga NKRI dari ulah provokator,” tegasnya,seperti yang diberitakan www.antaranews.com.

Pada Sabtu (18/7), Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin telah menugaskan tim Ditjen Bimas Kristen dan Badan Litbang untuk terjun ke lokasi dan berkoordinasi dengan tim kantor Kementerian Agama setempat.

Tim ini ditugaskan mengambil dan mengimplementasikan langkah-langkah yang diperlukan guna menuntaskan masalah di Tolikara sekaligus mencegahnya agar tidak meluas.

%d blogger menyukai ini: