Sketsa News
Home Berita Terkini, Editorial Saatnya Negara Menunjukkan Sikap Adil

Saatnya Negara Menunjukkan Sikap Adil

082742_504259_borgol_tangan
Sketsanews.com – Bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri 1436 H, Jumat (17/7/2015) lalu, terjadi kericuhan seiring aksi pelemparan yang berujung terbakarnya masjid Baitul Muttaqin di Karubaga, Tolikara, Papua. Akibatnya, jemaah muslim yang sedang menggelar shalat Idul Fitri ketakutan dan membubarkan diri.

Di saat satu umat yang menjadi penghuni negeri ini merayakan hari besarnya dan seharusnya merasakan kebahagiaan, tiba-tiba tanpa alasan yang jelas, diganggu dan dirampas kebahagiaan serta dibakar rumah ibadahnya oleh umat agama yang lain.

Kejadian serupa juga pernah terjadi tahun 1999, di mana umat Islam di Ambon sedang berbahagia merayakan lebaran, mendapat serangan dan pembantaian dari umat Kristen. Tetapi kejadian tersebut kini masih menjadi misteri dan belum tuntas serta masih menyimpan bara permusuhan antar agama.

Mendengar hal yang demikian, tentunya kita sebagai warga negara yang mendapat perlindungan dan jaminan kebebasan menjalankan ibadah dari negara, merasa miris. Dalam UUD 45 pasal 29 ayat 2, negara menjamin kebebasan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadah menurut agamanya dan kepercayaannya.

Sangat disayangkan kinerja intelijen aparat keamanan, yang tidak bisa mengendus pergerakan penyerang umat Islam tersebut. Seharusnya pergerakan massa yang berasal dari Gereja Injili Di Indonesia yang begitu banyak bisa dicegah dan terdeteksi sebelumnya. Kita juga patut mencurigai ada semacam pembiaran yang dilakukan oleh aparat keamanan. Karena sebelum kejadian berlangsung, muncul selebaran yang dikeluarkan oleh GIDI, tentang larangan beribadah, tepatnya tanggal 11 juli 2015. Jeda lima hari adalah waktu yang cukup untuk mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi.

Sebagai negara hukum, pemerintah harus menegakkan hukum yang berlaku di negeri ini dengan seadil-adilnya dan tanpa pandang bulu. Jangan sampai dengan alasan menjaga kerukunan umat beragama, tetapi mengorbankan salah satu agama tertentu. Akibatnya, justru menyimpan bara permusuhan antar agama yang lebih besar.

Kita tunggu, kejantanan dan kejujuran umat kristen untuk mengakui kesalahan yang mereka perbuat dan meminta maaf secara terbuka. Karena umat Islam sudah menunjukkan kebesaran hatinya.

Kini saatnya negara menunjukkan sikap adil. Jika hukum ditegakkan sebagaimana mestinya, tidak ada fakta yang disembunyikan, kita yakin tidak akan terjadi aksi balas dendam seperti yang dikhawatirkan oleh berbagai kalangan.(ki).

%d blogger menyukai ini: