Sketsa News
Home Berita Terkini, News Kepala BIN: Ada Yang Incar Kekayaan Alam Papua

Kepala BIN: Ada Yang Incar Kekayaan Alam Papua

pembakaran-mushala

Sketsanews.com – Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso menyebutkan, ada pihak yang ingin memanfaatkan insiden Tolikara karena mengincar sumber daya alam di Papua.Dugaan adanya motif lain di balik kerusuhan tersebut terus diselidiki.

“‎Ada pihak ketiga yang mengincar resource energi negara kita yang kaya raya, terutama Papua. Kita tidak tahu kekayaan di dalamnya, tapi yang lain bisa mendeteksi lewat satelit,” ujarnya saat menggelar pertemuan bersama Kapolri, Panglima TNI, serta tokoh lintas agama di rumah dinasnya, Jalan Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (23/7).sebagaimana yang diberitakan www.jawapos.com

Sayangnya, mantan gubernur DKI itu enggan merinci siapa pihak ketiga yang dimaksud. “Saya tidak bisa mengatakan langsung begini,” katanya.

Sementara itu, Mabes Polri tengah mendalami keterlibatan lima orang asing dalam insiden yang terjadi di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, beberapa waktu lalu.

Kapolri membenarkan adanya daftar orang asing,tetapi “Memang daftarnya ada ya, tapi saya harus melakukan pengecekan apakah yang bersangkutan itu hadir atau tidak. Karena waktu saya ke sana menanyakan apakah ada yang asingnya, dijawab tidak ada,” ujar Kapolri Jenderal Badrodin Haiti,

Namun, dari hasil pengumpulan data-data dalam proposal kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang diajukan Gereja Injili di Indonesia (GIDI) ke kepolisian, ditemukan sejumlah nama asing.

“Tapi di dalam permohonan itu ada, dalam proposalnya itu ada. Di proposal kegiatannya yang diajukan ke polisi. Makanya kami minta kalau ada orang asing. Kan di dalam pengajuan rekomendasi izinnya itu ada nama orang asing, oleh karena itu diminta kelengkapan-kelengkapan itu,” jelas mantan Kapolda Jatim itu

Jenderal Polisi yang pernah menjabat sebagai Kabaharkam ini mengaku, kelengkapan-kelengkapan itu tidak sampai ke Polri. Oleh karena itu, pihaknya masih meragukan apakah orang asing tersebut datang atau tidak ke Tolikara.

Saat ditanya wartawan berapa jumlah nama orang asing yang ada dalam proposal tersebut, Kapolri mengaku ada sekitar lima nama. Namun, Kapolri tidak mau menjelaskan secara detail identitas dan asal negara kelima orang asing tersebut.

“Kalau tidak salah ada lima orang, nanti ya (asal negara),” ucapnya

sebagaimana yang diberitakan www.Sindonews.com, Badrodin menegaskan, soal asal surat edaran tersebut sudah jelas. Hanya saja, perlu pemeriksaan lebih lanjut mengenai pemicu penyerangan, apakah karena surat edaran yang dikeluarkan atau ada faktor lainnya.

Saat ini dua nama yang menandatangani surat tersebut masih menjalani pemeriksaan. “Apakah ada kemungkinan-kemungkinan yang lain, enggak mungkin kalau masalah itu berkembangnya hanya satu faktor saja. Kan ini sedang diperiksa, apakah ini faktor satu-satunya kan belum tentu, oleh karena itu harus dicek pelaku-pelakunya nanti,” jelasnya(ki)

%d blogger menyukai ini: