Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News, Opini Pengkhianat Untuk Tim Anti Teror Polri Itu Bernama Tito Karnavian

Pengkhianat Untuk Tim Anti Teror Polri Itu Bernama Tito Karnavian

tito-karnavia-sketsanews

Sketsanews.com – Saya ingat betul pada sebuah peristiwa di tahun 2012 lalu.

Pada suatu hari, saya diundang untuk datang berkunjung ke ruang kerja Kalemdikpol Komjen Polisi Oegroseno.

Banyak hal yang kami bicarakan.

Sebab saya termasuk wartawati yang sangat dekat dan sering berkomunikasi dengan Pak Oegro.

Salah satu topik yang dibicarakan dalam pertemuan saya dengan Pak Oegroseno di tahun 2012 itu adalah cerita tentang kedatangan Irjen Tito Karnavian ke ruang kerja Pak Oegro.

Dalam pertemuan dengan Pak Oegro, pada intinya Tito Karnavian mempersalahkan dan menyalahkan operasi penanganan terorisme yang dilakukan Tim Anti Teror Polri di bawah kepemimpinan Komjen Gories Mere dalam kasus serangan teroris di wilayah Sumatera Utara.

Tito membenarkan langkah-langkah yang diambil Pak Oegroseno saat masih menjadi Kapolda Sumatera Utara.

Selanjutnya, Tito mohon doa restu untuk bertugas sebagai Kapolda Papua.

Kedatangan Tito Karnavian itu, diceritakan dan disampaikan Pak Oegroseno pada saya.

Lalu saya ceritakan lagi masalah ini kepada sahabat saya Shanti Sibarani, wartawati Media Indonesia, yang juga kenal baik dengan Pak Oegroseno.

Kata Shanty Sibarani pada saya waktu itu, “Berani mati tuh TIto ngomongin Bang Gories dari belakang. Ngomongin GM kok di belakang orangnya”.

Saya dan Shanty, punya satu guyonan yang selalu membuat kami tertawa terbahak-bahak kalau berguyon soal ini.

Guyonan itu adalah kalau ada sesuatu yang penting untuk “di-echo-kan” kepada Kelompok Gories Mere, maka obrolkanlah pesan penting itu lewat telepon.

Sebab Gories Mere, sering kami juluki sebagai raja sadap nomor 1 di Indonesia.

Tapi, Shanty sahabat yang sangat saya banggakan ini, sudah meninggal dunia 7 bulan lalu karena sakit.

Gories Mere, Surya Darma dan Petrus Golose

Cerita tentang Tito yang menjelekkan seniornya yaitu Gories Mere di hadapan senior yang lain, membuat saya menjadi paham ketika seorang Mantan Kapolri menyampaikan pikirannya kepada saya saat kami bertemu dalam acara open house di hari pertama Idul Fitri kemarin.

“Tito jangan ke BNPT, biar di Polri aja dulu” kata seorang Mantan Kapolri itu.

Sekarang saya baru mengerti, mengapa ada kata jangan dalam pesan di hari lebaran kemarin.

Sebab, seorang pengkhianat memang tak akan pernah mendapat tempat di lingkungan dan diantara para senior-rekan seangkatan dan junior yang sudah melewati masa sangat panjang dalam menangani masalah teror.

Dan bagi seorang pengkhianat, tak akan pernah ada kata maaf, jika tak pernah mau menyadari kesalahannya yang sudah MERUSAK sesuatu yang baik dan berguna bagi bangsa dan negara.

Ini cuma sebuah kisah intermezzo yang ringan-ringan saja.

Seringan angin yang berhembus sepoi sepoi di angkasa raya yang seolah ingin menyampaikan sebuah pesan penting yaitu janganlah pernah merusak yang tujuan dan keberadaannya sangat berguna untuk bangsa dan negara.

Termasuk yang paling penting, janganlah merusak persahabatan, persaudaraan dan kebersamaan.

Sebab kalau sudah sampai rusak, sulit membenarkannya.

Sumber : www.katakamidotcom.wordpress.com

  • Bintang R Tambunan SH

    saya meragukan keterangan yang saudari sampaikan bilamana saya belum mengetahui secara jelas fakta-faktanya

%d blogger menyukai ini: