Sketsa News
Home Berita Terkini, News terkait putusan PN jakut, ini tanggapan kedua kubu Golkar

terkait putusan PN jakut, ini tanggapan kedua kubu Golkar

51150263240partai-golkar
Sketsanews.com – Partai Golkar Kubu Agung Laksono bersikukuh tidak menerima putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Menurut mereka putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara kontroversial.

“Kenapa putusan tiba-tiba menjadi kontroversial?” kata Wakil Ketua Umum Golkar hasil Munas Ancol Yorrys Raweyai saat dihubungi wartawan, Jumat (24/7/2015).

Yorrys, menganggap putusan itu kontrversial , karena gugatan yang diajukan kubu Ical untuk mengaktifkan kembali kepengurusan hasil Munas Riau. Sementara kepengurusan Partai Golkar yang mengajukan gugatan ke PN Jakut tidak memiliki dasar.

“Karena dia menggugat secara pribadi ARB dan Idrus. Dia tidak boleh mengatasnamakan Golkar. Karena Golkar itu ada landasan hukum UU No 2/2011.”

“Jadi, legalitas Golkar kami yang punya atas nama Kemenkumham dan Mahkamah Partai. Jadi, mereka itu siapa,” tukas Yorrys.

Yorrys sendiri mengaku belum membaca seluruh putusan PN Jakarta Utara. Namun ditegaskan Yorrys, meski PN Jakarta Utara mengeluarkan putusan, kubu ARB tidak dapat mengklaim putusan tersebut merupakan final dan mengikat.

“Saya anggap itu bisa saja karena baru tingkat pertama. Kan ada proses banding dan kasasi seperti PTUN,” kata Yorrys.

sementara itu, Yusril Ihza Mahendra selaku tim kuasa hukum kubu Ical menilai, putusan PN Jakut berlaku secara serta-merta atau uitvoorbaar bij vorraad.

“Artinya putusan berlaku meskipun Partai Golkar kubu Agung Laksono banding atau kasasi,” ujar Yusril melalui ‏@Yusrilihza_Mhd, Jumat (24/7/2015) sebagaimana dikutip www.Sindonews.com

Dia menyampaikan putusan PN Jakut menyatakan Partai Golkar hasil Musyawarah Nasional (Munas) Bali sah secara hukum termasuk hasil-hasilnya. Sementara, Partai Golkar hasil Munas Ancol dinyatakan melawan hukum dan tidak sah termasuk semua yang dihasilkannya. “Demikian keterangan saya,” jelasnya.

keputusan PN jakut itu dengan mengacu pada surat mandat palsu yang dilakukan oleh kubu Agung.

Bambang Soesatyo selaku Bendahara Umum Partai Golkar kubu Ical menilai, seharusnya kubu Agung menghormati pengadilan dengan menerima putusan tersebut. Alasannya, Indonesia ada negara yang taat hukum.

“Memang mereka siapa? Setiap warga negara Indonesia harus patuh pada hukum,” ujar Bambang melalui pesan singkat kepada Sindonews, Sabtu (25/7/2015).

Maka itu, Bambang meminta kubu Agung kembali belajar untuk memahami ilmu hukum supaya dapat memahami secara menyeluruh putusan hukum yang telah ditetapkan pengadilan.

“Suruh mereka belajar lagi ilmu hukum. Kalau pengadilan sudah memutuskan seperti itu, artinya semua fakta sudah terbukti,” tegas anggota Komisi III DPR itu.
(ki)

%d blogger menyukai ini: