Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, Internasional, News Iran Kecam Ancaman Kosong Militer AS

Iran Kecam Ancaman Kosong Militer AS

U.S. Secretary of State John Kerry speaks during a news conference at the Chief of Mission Residence in Paris, October 14, 2014. Kerry said on Tuesday there was "no discrepancy" between the United States and Turkey with regard to the strategy for fighting Islamic State militants trying to take over a Kurdish town in Syria near the Turkish border. REUTERS/Carolyn Kaster/Pool (FRANCE - Tags: POLITICS)
Sketsanews.com – Sabtu (25/7/2015), Iran mengecam retorika Amerika Serikat (AS) yang akan menggunakan kekuatan militer jika Teheran gagal menjalankan kesepakatan nuklir. Ancaman yang dilontarkan Menteri Luar Negeri AS, John Kerry itu, Iran menyebutnya sebagai ancaman kosong.

Iran dan enam negara kekuatan dunia (AS, Rusia, Inggris, Prancis, Jerman dan China) telah mencapai kesepakatan nuklir di Wina pada 14 Juli 2015. Yakni, Iran sepakat mengekang program nuklirnya untuk jangka panjang dengan kompensasi sanksi ekonomi AS dan negara-negara Barat terhadap Iran dicabut secara bertahap.

Dalam sebuah pernyataan, Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan, ”Sayangnya Menteri Luar Negeri AS sekali lagi berbicara tentang ‘tali busuk’, soal kemampuan AS untuk menggunakan kekuatan militernya,” ujarnya.

Dia mengecam retorika yang ia sebut “ancaman kosong yang tidak berguna.” Ancaman itu tidak hanya dilontarkan John Kerry. Sebelumnya, Kepala Pentagon atau Menteri Pertahanan AS, Asthon Carter juga sempat mengeluarkan ancaman serupa.

Carter pernah menyatakan bahwa opsi penggunaan kekuatan militer oleh AS terhadap Iran tetap di atas meja. Opsi itu untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. “Kerry dan pejabat Amerika lainnya telah berulang kali mengakui bahwa ancaman ini tidak berpengaruh pada kehendak rakyat Iran dan bahwa hal itu akan mengubah situasi yang merugikan mereka,” lanjut Zarif.

”Oleh karena itu, akan lebih baik bagi orang Amerika untuk meninggalkan kebiasaan lama mereka dan mengesampingkan untuk menggunakan segala bahasa ancaman dan sanksi mereka terhadap orang-orang hebat ini,” pungkas diplomat Iran itu.(Su).

%d blogger menyukai ini: