Sketsa News
Home Berita Terkini, News Ulama NU Desak Segera Laksanakan Hukuman Mati Bagi Koruptor

Ulama NU Desak Segera Laksanakan Hukuman Mati Bagi Koruptor

Hukuman Mati Antara Perspektif HAM dan Islam

Sketsanews.com – pelaksanaan hukuman mati mendapat perhatian dikalangan umat Islam. Salah satunya, Alim Ulama Nusantara Nahdhatul Ulama mendesak pelaksanaan hukuman mati buat para koruptor di Indonesia. Hal itu disampaikan para ulama saat menggelar konferensi pers bertajuk Halaqah Ulama Nusantara, Membangun Gerakan Pesantren Anti korupsi di Hotel Santika Yogyakarta, seperti yang dilansir www.merdeka.com, Rabu (29/7).

Dalam rumusan digagas para ulama, hukuman mati bisa dijatuhkan dengan pertimbangan jika perkara korupsi dilakukan memenuhi sejumlah syarat. Di antaranya rasuah dilakukan saat kondisi negara sedang dalam keadaan krisis dan dilakukan secara berulang-ulang. “Hukuman maksimal berupa hukuman mati dapat diterapkan apabila tindak pidana korupsi itu dilakukan ketika negara dalam keadaan bahaya, krisis ekonomi, krisis sosial dan dilakukan secara berulang-ulang,” kata KH Ahmad Ishomuddin, Rais Syuriah PBNU.

Islam dalam madzab Hanafi dan Maliki, Ia menambahkan, memperbolehkan hukuman mati untuk kasus korupsi. “Dalam Islam sendiri ada mahzab Hanafi dan Maliki yang memperbolehkan hukuman mati untuk kasus korupsi. Syaratnya kalau itu dilakukan terus menerus dan berulang-ulang,” kata Ahmad.

Ia menambahkan, Melihat kondisi Indonesia saat ini, maka sudah waktunya fatwa hukuman mati ini dikeluarkan. Sebab, sudah banyak kasus korupsi di Indonesia yang berakibat buruk pada masyarakat.
“Melihat kondisi Indonesia, ini sudah waktunya dikeluarkan,” ucap Ahmad.

sementara itu, KH Umar Faruq dari Pesantren Ma’had Jami’ah Pati, Jawa Tengah, menambahkan, hukuman mati sebenarnya sudah diterapkan pada mahzab Hanafi dan Maliki. Syaratnya pun cukup longgar, jika korupsi dilakukan secara terus menerus maka bisa dihukum mati.

Dukungan terhadap hukuman mati itu sudah dipikirkan dengan cermat oleh para ulama. Ia melanjutkan, hukuman mati dapat diterapkan kepada koruptor, jika korupsi mengakibatkan krisis Ekonomi dan krisis sosial.
(ki)

%d blogger menyukai ini: