5 Kesalahan Ini Bikin Septic Tank Sering Penuh Hingga Rawan Meledak

Septic tank bukan hanya tempat pengumpul tinja saja. Foto: Ilustrasi septic tank (iStockphoto)

Sketsanews.comJakarta – Septic tank adalah tempat limbah rumah tangga ditampung dan diolah sebelum airnya dikembalikan ke daerah resapan. Namun demikian menurut ahli masih banyak orang yang belum paham betul tentang septic tank, hanya dianggap sebagai tempat penampungan tinja.

Dampaknya yang terjadi menurut Peneliti Utama Teknologi Lingkungan Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI, Neni Sintawardani, septic tank jadi perlu disedot karena kepenuhan, mampet, dan berbau. Selain itu bahkan bisa juga insiden septic tank sampai meledak.

“Yang terjadi sekarang kenapa septic tank banyak yang perlu disedot kemungkinan itu tidak berfungsi dengan baik. Bukan septic tank yang diharapkan tetapi tempat pengumpul tinja saja,” kata Neni Sintawardani.

“Jadi itu tidak terurai baunya bukan main bisa dibayangkan,” lanjutnya saat ditemui daerah Melawai, Jakarta Selatan, Kamis (10/11/2019).

Berikut beberapa kesalahan yang bisa membuat septic tank cepat penuh sehingga perlu sering disedot hingga rawan meledak:

1. Asal desain

Foto: Septic Tank (Blake David Taylor/iStockphoto) Foto: Septic Tank (Blake David Taylor/iStockphoto)

Menurut Neni septic tank yang dibaik dirancang dengan memperhitungkan volume jumlah limbah yang dihasilkan oleh penghuni. Dengan demikian air limbah yang masuk dan keluar usai proses dekomposisi bisa terjaga seimbang.

Selain itu septic tank juga minimal harus terbagi menjadi dua ruangan. Satu sebagai tempat penampungan dan satu lagi tempat kedap udara untuk bakteri menguraikan limbah.

“Jika volumenya sesuai dengan apa yang masuk dan desainnya tidak satu ruang, jadi minimal dua orang, itu biasanya lebih aman stabil. Tidak perlu dilakukan penyedotan terlalu sering,” papar Neni.

2. Ventilasi tak terpelihara

Foto: Ilustrasi septic tank (Pixinoo/iStockphoto) Foto: Ilustrasi septic tank (Pixinoo/iStockphoto)

Dalam beberapa kasus Neni melihat ada pemilik rumah yang tidak tahu lokasi septic tanknya. Ketika ini terjadi biasanya ventilasi septic tank mereka tidak terpelihara rawan tertutup oleh sampah sehingga gas hasil penguraian bakteri menumpuk di septic tank tidak ada saluran keluar.

“Di mana ada lubang saluran gas? Beberapa kasus saya lihat beberapa rumah karena ketidaktahuan lubang gasnya tertutup. Tertutup tanah, atau terlalu rendah, enggak tahu di mana letaknya. Nah itu lama-lama tekanan gas kuat itu juga bisa meledak,” kata Neni.

3. Bakar dekat ventilasi

Foto: Ilustrasi septic tank (iStockphoto) Foto: Ilustrasi septic tank (iStockphoto)

Masih karena ketidaktahuan lokasi septic tank. Beberapa orang kadang tidak sadar menempatkan sumber api dekat ventilasi septic tank.

“Kalau kita tahu terpelihara oh di situ ada saluran gas. Ya kita hindari dong jangan bakar-bakar di dekat situ karena kita tahu ada biogas,” kata Neni

Satu kasus di India Oktober 2017 misalnya septic tank toilet umum di daerah Malad meledak tiba-tiba. Tiga orang dilaporkan luka-luka akibat kejadian itu.

Diketahui saat kejadian ada beberapa anak kecil sedang bermain petasan di dekat septic tank. Diduga petasan tersebut yang jadi pemicu gas di septic tank sehingga akhirnya terjadi ledakan.

4. Sedot habis

Foto: Imam Suripto/detikcom Foto: Imam Suripto/detikcom

Kekeliruan berikutnya yang kerap membuat septic tank rawan cepat penuh adalah praktik keliru menyedot limbah septic tank sampai habis. Dijelaskan oleh Neni hal ini dapat membuat bakteri pengurai berkurang drastis, membutuhkan waktu lama sampai bisa melakukan tugasnya seperti semula.

“Mana ada bibit (bakteri pengurai). Lama lagi bibitnya,” kata Neni

5. Buang pembersih atau antiseptik

Foto: iStock Foto: iStock

Kebiasaan lain yang juga keliru adalah turut membuang limbah yang ada cairan pembersih atau antiseptik ke septic tank. Neni memberi contoh misalnya ketika sedang membersihkan toilet, orang-orang suka memakai antiseptik agar terkesan bersih namun dampaknya hal tersebut dapat membunuh bakteri pengurai yang ada di septic tank.

“Kalau pakai sebulan sekali ya enggak apa-apa mungkin mati sedikit. Tapi saya sendiri enggak pakai,” kata Neni menyarankan cukup bersihkan toilet dengan sikat dan air.

Sumber : Detik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: