5 Temuan Mutakhir Soal Kanker Sepanjang 2018

Temuan mutakhir seputar kanker. Foto: thinkstock

Temuan mutakhir seputar kanker. Foto: thinkstock

Temuan mutakhir seputar kanker. Foto: thinkstock
Temuan mutakhir seputar kanker. Foto: thinkstock

Sketsanews.com, Jakarta – Kanker dapat disebabkan oleh berbagai hal dan hingga saat ini peneliti masih terus berusaha menguak misterinya. Di tahun 2018 setidaknya studi terbaru menemukan ada 7 hal yang bisa berhubungan dengan kanker.

Mulai dari teh panas hingga tinggi badan beberapa di antara kita mungkin tidak pernah menyadari kalau hal-hal sepele yang biasa ada di lingkungan berhubungan dengan kanker.

Berikut rangkumannya seperti dikutip detikHealth dari Live Science:

Konsumsi teh panas meningkatkan resiko kanker

Di China minum teh panas lazim dilakukan karena dianggap bermanfaat bisa melindungi seseorang dari risiko kanker akibat rokok dan alkohol. Namun nyatanya menurut pemimpin studi dr Jun Lv dari Peking University Health Science Center konsumsi teh panas justru meningkatkan risiko kanker hingga lima kali lipat dibandingkan orang yang tidak merokok, minum alkohol, dan minum teh panas.

Mengapa hal ini terjadi menurut peneliti kemungkinan karena konsumsi teh dengan suhu yang tinggi malah semakin merusak sel-sel dinding esofagus para perokok atau peminum alkohol. Ketika sel sering rusak maka kemungkinan untuk tumbuhnya tumor kanker juga akan semakin tinggi.

“Sebaiknya seseorang yang sering mengonsumsi minuman panas tetap bijaksana menunggu dingin terlebih dahulu terlepas apakah dia juga merokok atau minum alkohol,” kata peneliti National Cancer Institute Neal Freedman.

Terlalu banyak duduk dapat meningkatkan resiko kanker

Charles E Matthews, ahli epidemiologi dari National Cancer Institute yang mengatakan bahwa satu jam duduk diam tak hanya dapat meningkatkan risiko kanker payudara dan kanker usus, tetapi juga 9 jenis kanker lain. Termasuk di antaranya kanker paru-paru serta kanker di kepala dan leher.

Hal ini karena mereka yang terlalu banyak duduk berisiko mengalami berbagai peningkatan faktor kanker akibat kurang aktivitas fisik. Tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, kelebihan lemak, bahkan masalah kardiovaskular dapat terjadi.

“Apapun kegiatannya asal bukan duduk adalah bagus,” kata Charles saat berbicara di konferensi American Association for the Advancement of Science di Texas.

Tinggi badan di atas rata-rata memiliki resiko lebih besarterkena kanker

Sebuah penelitian baru oleh University of California mengungkap bahwa orang dengan tinggi badan di atas rata-rata memiliki risiko lebih besar terkena kanker. Hal ini kemungkinan disebabkan karena orang dengan tubuh tinggi memiliki lebih banyak sel untuk bermutasi dalam tubuh.

Menurut peneliti risiko seseorang terkena kanker bisa meningkat 10 persen untuk setiap 10 cm tinggi badan di atas rata-rata. Kanker usus besar, ginjal, dan limfoma termasuk di antara jenis kanker yang sering menyerang orang dengan tubuh tinggi.

“Apa yang belum kami yakini adalah mengapa, apakah ini hanya karena orang yang lebih tinggi memiliki lebih banyak sel di tubuh mereka atau terdapat hubungan tidak langsung yang berkaitan dengan nutrisi masa kanak-kanak,” kata peneliti.

Terpapar asap pembakaran meningkatkan resiko kanker

Kalau kamu biasa memanggang makanan, cukup terpapar asapnya saja ternyata menurut studi dari peneliti China dapat meningkatkan risiko kanker. Ini karena asap dari pembakaran kayu atau arang dapat melepas senyawa kimia bernama polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs) yang diketahui berhubungan dengan kanker.

Menurut studi orang-orang bisa lebih banyak terpapar PAHs pada kulitnya daripada terhirup.

Implant meningkatkan resiko kanker

Implan yang biasa dipasang wanita untuk memiliki bentuk payudara ideal disebut penelitian bisa meningkatkan risiko kanker darah langka. Temuan ini berasal dari studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Belanda.

Dr Daphne de Jong dari VU University Medical Center, Amsterdam, menganalisis data pasien kanker tahun 1990 hingga 2016. Ditemukan bahwa anaplastic large-cell lymphoma, salah satu jenis kanker darah langka, lebih banyak ditemukan pada wanita yang memiliki implan payudara.

Berdasarkan data peneliti menyebut implan payudara yang dilakukan wanita berisiko meningkatkan anaplastic large-cell lymphoma hingga 421 kali lipat. Meski begitu, risiko absolutnya masih tergolong kecil, yakni hanya 1 berbandi 6.920 wanita yang memiliki implan payudara dengan usia di atas 75 tahun

(wal)

sumber: detikhealt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: