50 Persen Warga Indonesia Disebut Tak Akses Layanan Keuangan

Foto: istimewa

Foto: istimewa

Sketsanews.com, Jakarta – Ovo memandang banyaknya pemain dalam ekosistem keuangan digital di Indonesia akan memberi keuntungan bagi konsumen. Selain itu kehadiran banyak pemain, bagi Ovo, justru baik untuk mendorong inklusi keuangan di Indonesia.

Head of Strategy and Innovation Lab Ovo Abraham Viktor menyebutkan potensi pasar di Indonesia bagi ekosistem keuangan digital. Pasalnya Ovo menyebut 50 persen masyarakat Indonesia belum mengakses layanan keuangan.

“Kami melihat Indonesia itu negara besar dan banyak orang yang belum dapat produk finansial. ujung-ujungnya semakin banyak seperti kita, Konsumen akan makin banyak pilihan,” ujar Abraham saat peluncuran fitur Ovo PayLater di Jakarta, seperti dikutip dari CNNIndonesia, Jumat (10/5).

Ovo PayLater sendiri adalah layanan kredit yang dapat digunakan oleh pengguna Ovo Premier. Seperti layanan kredit lainnya, pengguna bisa membeli barang atau jasa terlebih dulu dan membayarnya kemudian.

Abraham mengatakan saat ini baru 20 persen orang yang mendapatkan akses pinjaman. Artinya masih ada 80 persen potensi pasar yang bisa disasar oleh para pemain layanan keuangan digital.

“Seluruh pemain bank maupun fintech semua membaca kesempatan yang sama. Di Indo(nesia) 20 persen. Artinya lembaga keuangan digital melihat kesempatan 80 persen sisanya,” ujar Abraham.

Asisten Gubernur sekaligus Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) Bank Indonesia Filianingsih Hendarta mencatat rata-rata transaksi pembayaran pengguna dompet elektronik mencapai Rp33 ribu per transaksi.

Sementara rata-rata transaksi pengguna uang elektronik terbitan bank hanya sekitar Rp13 ribu per transaksi. Data bank sentral nasional mencatat jumlah pengguna dompet elektronik mencapai 113,5 juta per Maret 2019. Sedangkan jumlah pengguna uang elektronik bank hanya separuhnya sekitar 60,3 juta pengguna.

Meluncur saat Ramadhan

Layanan peminjaman online Ovo PayLater meluncur di saat bulan Ramadan karena menargetkan orang-orang yang sekarang membutuhkan talangan dana untuk membeli suatu produk tanpa harus menunggu THR.

Peluncuran dengan memanfaatkan THR ini juga didorong dengan adanya promo bebas bunga apabila pengguna ingin mengajukan pinjaman. Promo bebas bunga berlaku hingga Juni.

Pengguna OVO dapat melakukan transaksi belanja di 200 ribu merchant pilihan mereka dan membayarnya di akhir bulan tanpa tambahan biaya. Ke depannya, layanan ini akan tersedia bagi pengguna Grab dan akan dilengkapi dengan fitur cicilan dengan bunga yang bersaing dengan kartu kredit. Ovo menyebut saat ini telah memiliki 115 juta akun di 300 kota di Indonesia.
(Eni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: