Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, Opini Rupiah VS Presiden

Rupiah VS Presiden

rupiah
Mungkin banyak orang mengatakan yang berkuasa di negeri ini adalah Presiden, itu memang benar. Sehingga tak sedikit yang mencalonkan diri untuk menjadi Presiden. Mereka berebut untuk menjadi orang nomar satu di Indonesia. Namun, perlu diketahui ada yang lebih berkuasa dibanding Presiden, yakni uang (rupiah). Tidak ada orang yang tak suka uang, semua orang mencarinya di manapun berada. Banyak orang yang rela demi uang, bahkan nyawa sebagai taruhannya.

Jack Weatherford, profesor antropologi di Macalester College, Minnesota, AS, pernah menulis, sejak muncul 3.000 tahun lalu di Afrika Utara, uang punya pengaruh luar biasa, kendati uang ’’per se’’ tidak memiliki makna apa pun. Uang berpengaruh dan bermakna sejauh dikaitkan dengan manusia. Selama berabad-abad, mitologi dan sastra Barat suka mengisahkan jatuh bangun manusia dalam proses meraih atau menghabiskan uang. Itulah antara lain, yang diungkapkan Weatherford dalam buku The History of Money (Crown Publishers, New York, 1997).

Dengan demikian, kita ingat sejarah bahwa pada tahun 1998, 21 Mei tepatnya, penguasa negara kita selama 32 tahun (Soeharto) lengser dari jabatannya karena rupiah. Ketika itu terjadi anjloknya nilai rupiah, sekitar Oktober 1997, rupiah yang masih bernilai Rp 2.300 per USD dengan cepat merosot menjadi Rp 5.000, kemudian terus terjun bebas menjadi Rp 10.000, dan puncaknya pada April 1998 menjadi Rp 17.200 per USD. Itu berarti rupiah terdevaluasi 750 persen dalam setahun.

Sebelumnya, pada tahun1964, rupiah didevaluasi 1 USD = Rp 250. Namun, di pasar gelap, nilainya bisa Rp 2.000 per USD. Bayangkan, pada April 1964, rupiah jadi Rp 10.000 per USD. Pada November 1964 bahkan menjadi Rp 28.000 per USD. Dan yang paling parah, Desember 1965, nilai rupiah anjlok menjadi Rp 35.000 per USD, maka jatuhlah rezim Soekarno.

Banyak analis yang menulis, kurs rupiah yang mendekati Rp 13.000 per USD saja sudah dinilai jatuh jauh dari fundamentalnya. Banyak faktor pelemahan rupiah. Salah satunya tidak terlepas dari langkah pemerintah dan Bank Indonesia (BI) yang memilih jalan untuk memperlambat perekonomian lewat kebijakan moneter ketat.

Ada yang menyebut rupiah merupakan satu di antara tujuh mata uang yang masuk kategori troubled currency atau gampang anjlok nilai tukarnya (Business Insider, 29/7/2013).

Akankah anjloknya rupiah kali ini berpengaruh pada posisi Presiden Jokowi? Dapatkah rupiah menumbangkan kedudukan Presiden untuk yang ketiga kali?(Su).

%d blogger menyukai ini: