Sketsa News
Home Berita Terkini, News Pangdam: Cara Hancurkan Indonesia Melalui Pelumpuhan Ekonomi

Pangdam: Cara Hancurkan Indonesia Melalui Pelumpuhan Ekonomi

pangdam-iskandar-muda-mayjen-agus-kriswanto-kanan-_150807174534-834
Sketsanews.com – ancaman terbesar yang dihadapi Indonesia saat ini bukan lagi perang dengan kekuatan militer, melainkan pelumpuhan ekonomi dan sendi kehidupan, seperti agama, adat, dan pembodohan. Hal itu dikatakan Pangdam Iskandar Muda Mayjen Agus Kriswanto pada acara peletakan batu pertama pembangunan kantor Koramil 014 Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan, dikutip Republika.co.id,Jumat (7/8).

“Salah satu cara untuk menghancurkan Indonesia adalah melalui pelumpuhan ekonomi dan sendi-sendi kehidupan masyarakat lainnya, seperti adat istiadat, agama, dan pembodohan,” katanya

lebih lanjut Pangdam menyatakan, untuk menghancurkan bangsa ini, musuh tidak berani berperang dengan mengerahkan kekuatan senjata atau militer sebab kekuatan militer Indonesia disegani negara luar.
Tapi, menurut Pangdam, salah satu strategi melumpuhkan Indonesia melalui ekonomi adalah dengan cara terus memudahkan impor bahan pangan seperti beras dengan harga yang relatif murah, seperti yang terjadi selama ini impor beras dari Vietnam dan Thailand.

Kondisi itu, lanjut Pangdam lagi, telah mengakibatkan rakyat terlena karena sudah keenakan mengkonsumsi beras dari negara luar, padahal Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki lahan pertanian cukup luas dan subur.

“Nanti di saat rakyat Indonesia dinilai sudah sangat tergantung dengan beras impor, maka negara pengekspor secara tiba-tiba akan menaikkan harga atau bahkan akan menghentikan ekspor beras. Hal itu pasti akan mengakibatkan kondisi keamanan dalam negeri kacau karena rakyat terancam kelaparan,” katanya.

Jadi untuk menghancurkan Indonesia tidak perlu harus berperang dengan senjata, tapi cukup dengan cara melumpuhkan ekonomi, ujar Pangdam di hadapan puluhan pejabat Pemkab Aceh Selatan dan tokoh masyarakat Pasie Raja.
Untuk mengantisifasi hal itu, kata Pangdam, Presiden Joko Widodo mengeluarkan kebijakan untuk menyukseskan program ketahanan pangan dengan melibatkan jajaran TNI. “Jadi atas dasar itulah kenapa ikut terlibat TNI dalam menyukseskan program ketahanan pangan di seluruh Indonesia,” kata Pangdam menegaskan.

Selain di bidang pertanian, sambungnya, TNI juga berperan dalam mencegah dan memberantas peredaran dan penggunaan narkoba di tengah-tengah masyarakat khususnya generasi muda.
Jika generasi muda telah rusak akibat pengaruh Narkoba, masa depan bangsa dan negara juga akan turut hancur, sehingga tidak mampu lagi bersaing dengan negara lain yang terus berkembang atau maju secara pesat, ujar Pangdam.
“Meskipun secara konstitusi hal itu bukan merupakan wewenang mutlak TNI, atas dasar untuk menjaga keutuhan NKRI dan kemajuan bangsa, TNI bersama orang tua generasi muda kita harus turut berperan mencegahnya,” kata Pangdam.

Untuk menyukseskan program ketahanan pangan di Aceh Selatan, Pangdam Agus Kriswanto memerintahkan kepada jajaran Kodim 0107 khususnya Babinsa dan prajurit Batalyon 115 Macan Lauser, agar bersinergi dan membantu Pemkab Aceh Selatan melalui dinas terkait dalam mengimplementasikan program kerja di lapangan.
“Kepada Bupati Aceh Selatan berserta jajarannya, saya sampaikan bahwa jangan segan-segan meminta bantuan tenaga dari prajurit TNI dari Kodim 0107 dan Batalyon 115 Macan Lauser. Berapapun jumlah personel yang dibutuhkan siap diterjunkan untuk membantu rakyat,” kata Pangdam.(ki)

%d blogger menyukai ini: