Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Korban Sinabung: Urusan Makan dan Tidur Saja Kami Tidak Merdeka

Korban Sinabung: Urusan Makan dan Tidur Saja Kami Tidak Merdeka

korban-sinabung-urusan-makan-dan-tidur-saja-kami-tidak-merdeka-IUv
Sketsanews.com – Kemerdekaan RI tidak dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat korban erupsi Gunung Api Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Warga yang bermukim di lingkar gunung berapi teraktif di Provinsi Sumut itu mengaku sudah lima tahun terakhir tidak merasakan kemerdekaan dalam arti sesungguhnya. Keterpurukan kehidupan perekonomian akibat bencana berkepanjangan menjadi penyebab utama.

Hal itu disebabkan mandeknya sendi penghasilan utama masyarakat, yang pada umumnya berprofesi sebagai petani. Ancaman erupsi serta awan panas guguran dan gempuran debu vulkanik yang tiada henti, saat ini telah memaksa sekitar 11.000 jiwa penduduk yang bermukim di lingkar Gunung Sinabung, angkat kaki (mengungsi) ke lokasi yang lebih aman.

Melansir sindonews.com, seorang pengungsi asal Desa Mardingding, Kecamatan Tiganderket yang mengungsi di Camp Penampungan Gudang Konco, Desa Jandi Meriah, Jefri Bangun (40) mengatakan, “Bagaimana bisa dikatakan merdeka, Bang. Untuk urusan makan dan tidur saja kami tidak merdeka,” keluh dia, Senin (17/8/2015).

Pria berbadan tambun itu mengungkapkan, kehidupan yang dijalani bersama ratusan jiwa warga desanya selama lima tahun belakangan cukup mengenaskan. Bolak-balik ke pengungsian merupakan salah satu kegiatan rutin melelahkan yang dilakukan.

Kemunduran ekonomi akibat lahan pertanian yang ditimbun debu, telah cukup lama memiskinkan mereka. Jefri menyesalkan, tidak ada perhatian lebih dari pemerintah dalam menanggapi permasalahan yang mendera masyarakat lingkar Sinabung selama lima tahun belakangan.

Solusi yang diwacanakan tampaknya hanya sebagai lips service kepada masyarakat korban bencana Sinabung. “Saat ini kami berpasrah saja kepada Tuhan, Bang. Di balik ini semua, mungkin Tuhan punya rencana lebih baik. Kalau soal hari ini katanya hari kemerdekaan, saat ini kami merasa belum merdeka. Kondisi kami saat ini sedang dijajah oleh rasa ketidakpedulian dan sikap acuh tak acuh pemerintah yang seolah menelantarkan kami,” pungkas dia.(Su).

%d blogger menyukai ini: