Sketsa News
Home Berita Terkini, News Istri Terduga Teroris Minta Polisi Serahkan Jenazah Suami

Istri Terduga Teroris Minta Polisi Serahkan Jenazah Suami

015813900_1440236542-Nur_Ifah_Istri_Anggota_Sipil_Bersenjata_Poso__7_

Sketsanews.com – Istri terduga teroris Bado alias Abu Urwah Alias Osama, Nurifa memastikan kebenaran bahwa jenazah yang berada di Rumah Sakit Bhayangkara Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah adalah suaminya. Hal tersebut berdasarkan ciri-ciri fisik yang terdapat pada salah satu bagian tubuh suaminya tersebut.

Nurifa dan anaknya didampingi oleh Tim Pengacara Muslim (TPM), Sabtu (22/8), meminta kepolisian untuk menyerahkan jenazah suaminya agar bisa segera dikebumikan di dekat tempat tinggalnya di Dusun Uweralulu, Desa Masani, Poso Pesisir Utara, Sulteng.

Sebelumnya, Tim Indonesia Automatic System (Inafis) telah mengambil sampel darah Nurifa dan anaknya untuk keperluan pencocokan deoxyribonucleic acid (DNA) pada tubuh jenazah.

Nurifa mengaku, suaminya telah meninggalkan keluarga sejak tiga tahun lalu. Menurutnya, suaminya secara tiba-tiba pergi meninggalkan rumah tanpa memberi tahu kemana kepergiannya.

Lebih lanjut Nurifa menyatakan, baru mengetahui suaminya menjadi bagian dari Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso setelah melihat wajah suaminya dalam daftar pencarian orang yang di keluarkan oleh Markas Besar (Mabes) Polri.

Nurifa menuturkan, suaminya merupakan sosok pendiam dalam keseharian. Ia menjelaskan, sebelum terlibat dalam jaringan teroris kelompok Santoso, suaminya biasa menghabiskan waktu untuk berkebun kakao di dekat kediamannya.

Sebelumnya, Bado tewas dalam kontak senjata dengan aparat Brigade Mobil (Brimob) Polda Sulawesi Tengan di wilayah Pegunungan Langka, Poso Pesisir Utara, Poso, Selasa (18/8) lalu. Kontak senjata tersebut terjadi setelah polisi menemukan kamp pelatihan dari jaringan teroris pimpinan Santoso.

Selain itu, Komandan Kompi Gegana Satuan Brimob Polda Sulteng Inspektur Satu Bryant T. Santoso gugur dalam oprasi penyergapan tersebut. Ia tewas setelah disergap oleh Kelompok Santoso yang lain saat sedang mengevakuasi jenazah Bado dari Pegunungan Langka, Poso Pesisir Utara, Rabu (19/8).

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Idham Azis menyatakan duka mendalamnya atas gugurnya Inspektur Polisi Satu Bryant T. Tatontos, S.IK. Idham menyebutkan perwira pertama Polri itu mendapat kenaikan pangkat satu tingkat menjadi Ajun Komisaris Polisi Anumerta.
sumber: cnnindonesia.com

%d blogger menyukai ini: