Sketsa News
Home Berita Terkini, News Muhammadiyah Kritik Kinerja Pemerintah Jokowi

Muhammadiyah Kritik Kinerja Pemerintah Jokowi

images

Sketsanews.com – Sekretaris Jenderal (sekjend) Pimpinan pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’thi , mengkritik kinerja pemerintahan presiden Joko Widodo (jokowi) yang dinilai masih jauh dari harapan masyarakat.

Dia merasa kinerja pemerintahan Jokowi belum terlihat, tapi dikesankan telah bekerja keras,hal ini disampaikan Abdul Mu’thi kepada wartawan di Gedung Muhammadiyah kecamatan Tawangmangu Karanganyar,dikutip solopos, Minggu (23/8/2015).

“pemerintah harus bekerja lebih keras lagi dan cerdas. saya khawatir aspek pencitraan diera Jokowi. Yang terjadi adalah tampil atau bekerja biasa saja, tapi seolah telah bekerja luar biasa. termasuk permasalahan bidang ekonomi selama ini dikesankan sebagai dampak dari perekonomian global,” tutur dia.

Persoalan di bidang ekonomi menurutnya, bisa memicu banngkitnya ancaman Laten Partai Komunis Indonesia (PKI). Bahaya Laten ini mendapatkan moment bangkit jika kesenjangan ekonomi masyarakat terbuka lebar. Kendati, hal itu menurutnya,terkait pula dengan siten politik liberal.”Bila perekonomian membaik dan hukum ditegakkan,ruang gerak PKI akan terbatasi.pemerintah tidak perlu menyikapi persoalan ini secara berlebihan fenomena ini apalagi dengan melakukan tindakan represif. sampai saat ini Muhammadiyah berkomitmen tegaknya NKRI, Pancasila, dan UUD 45 . potensi perpecahan harus dicegah,” urainya.

Mu’thi juga mengkritik terjadinya friksi atau perbedaan pendapat antara Menko Kemaritiman, Rizal Ramli denga Wakil Presiden (Wapres), Jusuf Kalla (JK). Hal itu menurutnya, menunjukan belum kompaknya jajaran menteri. yang lebih parah, menurut dia lagi sinyalemen loyalitas para menteri lebih besar kepada parpol.

“Jajaran menteri kabinet harus kompak. yang terkesanselama ini kan jalan sendiri sendiri.Selain loyalitas para menteri kepada parpol lebih besar daripada kepada kepala negaradan bangsa.Slogan kabinet kerja harus dibuktikan dengan kerja keras dan cerdas. Jangan hanya sebatas slogan,”imbuh dia.(ki)

%d blogger menyukai ini: