Sketsa News
Home Berita Terkini, News Resep Amien Rais Untuk Menyelesaikan Persoalan Bangsa

Resep Amien Rais Untuk Menyelesaikan Persoalan Bangsa

mungkinkah-ramalan-amien-rais-terbukti-ri-bubar-kayak-uni-soviet

Sketsanews.com – Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, menyatakan punya resep untuk menyelesaikan permasalahan bangsa. Dia menawarkan solusi masalah bangsa melalui musyawarah nasional.

Musyawarah nasional ini melibatkan seluruh elemen bangsa untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi saat ini.”Saya punya resep untuk mengatasi carut-marut kondisi nasional yaitu dengan mengadakan musyawarah nasional dengan mengundang seluruh elemen bangsa,” katanya dalam puncak perayaan HUT ke-17 PAN di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, di Bandung, dikutip sketsanews dari antaranews.com, Minggu(23/8/2015)

Salah satu tokoh reformasi itu menyarankan agar Presiden Joko Widodo mengundang seluruh pimpinan lembaga negara, pimpinan TNI dan Kepolisian Indonesia, pimpinan partai politik, intelektual, dan LSM yang berjiwa merah putih, hadir dalam musyawarah nasional itu.

Menurut mantan ketua umum MPR RI seluruh elemen bangsa harus
duduk bersama dan membicarakan serta tidak boleh terlambat mengambil keputusan dan mencari jalan keluar kondisi saat ini. Ia mencontohkan Uni Soviet bangkrut dan bubar karena telat mengambil sikap.

“Dahulu Uni Soviet bangkrut dan bubar karena telat mengambil sikap, kita tidak boleh lelet menghadapi kondisi saat ini. Kalau kita telat ambil sikap, maka Indonesia akan menjadi sejarah,” ujar dia.

Dia menjelaskan, ada dua bangunan penting bangsa Indonesia yang harus tetap dijaga, yaitu ekonomi dan politik.

Menurut dia, semua pihak sepakat saat ini bangunan ekonomi Indonesia sedang goyah, ditandai pelemahan nilai tukar rupiah dan ancaman pemutusan hubungan kerja di berbagai perusahaan.

“Apabila ekonomi goyah lalu diikuti sektor politik, maka masa depan Indonesia suram. Kita tentu tidak ingin hal itu terjadi,” katanya.

Dia menjelaskan sejarah membuktikan apabila satu negara lemah dan terpecah-belah maka akan mengundang intervensi kepentingan yang lebih kuat untuk masuk.

Menurut dia, apabila ekonomi goyang namun politik kuat, maka dirinya optimis Indonesia akan bangkit dan disintegrasi tidak terjadi.

“Namun kalau ekonomi lumpuh dan diikuti politik maka ‘iblis-iblis’ akan membisikkan (kepada daerah) mengapa tidak merdeka,” katanya.

Mungkinkah Indonesia bubar seperti yang disebutkan Amien Rais?

Sementara itu, eksekutif lingkaran madani Ray Rangkuti menilai, ramalan Amien Rais kemungkinan besar tidak akan terjadi. Menurutnya, sejauh ini Indonesia telah melewati berbagai tahap krisis perekonomian, namun tak diiringi dengan disintegrasi perpecahan wilayah yang kuat.

Ray justru berharap, Amien Rais menujukkan bukti otentik yang bisa dipertanggungjawabkan bahwa Indonesia akan mengalami kebangkrutan serupa Uni Soviet.

“Segala kemungkinan bisa terjadi tanpa ada yang pasti. Jadi bisa apa yang dikatakan Pak Amien bisa terjadi, tapi bisa juga sebaliknya. Sudah berkali-kali bangsa ini diterapa isu perpecahan tapi justru makin kuat. Mungkin jauh lebih jelas jika indikasinya diperjelas. Misalnya dia menyebut di sana ada pemberontakan, ada data atau survei yang menyebutkan itu. Kita kan bisa enak diskusinya terkait argumen Pak Amien,” kata Ray saat dihubungi merdeka.com, Minggu (23/8).

Ray juga menjelaskan, jika ditinjau dari fenomena dinamika sejarah, rasanya sulit membayangkan Indonesia bisa collaps. Sebab pada tahap pembentukan Republik Indonesia diawali upaya menyatukan perpecahan. Dia juga menerangkan bahwa Indonesia pernah mengalami dua bentuk perpecahan. Namun masing-masing periode krisis tersebut justru mengupayakan lahirnya persatuan meski dengan cara beragam.

“Ada yang dilalui dengan cara militeristik tapi jauh lebih banyak karena kesadaran sendiri. Di era Soeharto memang habis-habisan dengan cara politik kekerasan. Di Aceh, Papua, Timor Leste korbannya sudah banyak. Istilahnya Soeharto memang mampu menjaga keutuhan NKRI tapi biayanya sangat mahal dengan operasi militer,” terangnya.

Kemudian terjadi pula keterpurukan ekonomi tahun 1998. Pada masa itu Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid dan Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri mencoba menyelesaikan kerumitan suasana ekonomi politik.

“Tapi alhamdulilah enggak ada yang minta keluar dari NKRI,” lanjut dia.

Namun Ray juga enggan meramalkan secara jauh apakah keterpurukan ekonomi saat ini bisa memecah ikatan bangsa. Dia justru yakin tak akan muncul perkiraan yang disuarakan Amien Rais. Beberapa moementum perpecahan tersebut justru menjadi dasar bagi kemauan untuk terus bersatu.

“Yang terjadi justru sebaliknya kita dalam suasana keutuhan NKRI makin kuat karena didasarkan perasaan kebersamaan. Itu justru lebih baik dari Orde Baru yang cinta Indonesia karena ditekan sedemikian rupa oleh militer. Di era reformasi ini justru dari kesadaran kita sendiri,” tegas Ray.

Misalnya saja menurut Ray, perpecahan tak nampak di Aceh. Gerakan Aceh Merdeka (GAM) justru mampu menerima Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui upaya dialogis. Perdamaian di wilayah tersebut tidak hanya diakui secara nasional, melainkan sampai jenjang internassional.

“Mungkin jauh lebih argumentatif kalau tanda-tanda akan pecahnya dijelaskan oleh Pak Amien. Kan kita sudah alami defisit yang luar biasa tapi tidak ada perpecahan. Karena pembentukan Indonesia itu pada dasarnya atas ikrar kebersamaan. Itu sudah diikrarkan oleh wakil dari berbagai daerah, jadi kuat sekali dasarnya. Dasar Indonesia kuat dan sifatnya kerelaan, tak ada rekayasa dan paksaan,” tutupnya.

%d blogger menyukai ini: