Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Kisruh Tertundanya Jamaah Haji 2015 karena Visa

Kisruh Tertundanya Jamaah Haji 2015 karena Visa

Sketsanews.com-Jakarta. Anggota Panja Komisi VIII DPR RI Choirul Muna menegaskan, kisruh keterlambatan visa yang terjadi semata-mata karena ketidaksiapan Kementerian Agama RI terhadap sistem dokumentasi yang dipersyaratkan e-hajj.

“Kalau namanya e-hajj itu per jemaah haji harus sempurna (informasinya). Pemondokan jelas, menu makanan jelas, bus shawat jelas. Lalu katering di Mekkah, Madinah dan Armina (juga) harus jelas. Semua per jemaah harus jelas. Tanpa kejelasan, mutlak tidak keluar visa-nya,” kata Choirul saat dimintai pendapatnya, Minggu (23/8/2015) di Jakarta, dilansir tribunnews.com (//www.tribunnews.com/nasional/2015/08/25/kemenag-tak-siap-e-hajj-calhaj-jadi-korban)

Menurut pengasuh Pesantren Mambaul Hisan ini, sistem e-hajj menuntut penyelenggara haji harus sudah menyiapkan detail informasi bagi setiap jemaah yang akan diberangkatkan ke Saudi Arab. Khususnya variabel kesiapan yang berada di Mekkah, Saudi Arab.

Kiai Muna menjelaskan bahwa perwakilan Kementerian Agama RI, Daerah Kerja Arab Saudi, sudah harus melaporkan informasi detail per jemaah haji kepada Kementerian Haji Arab Saudi, sebelum dikeluarkan visa. Hal ini agar Pemerintahan Arab Saudi mau mengeluarkan visa bagi calon haji dari Indonesia.

Dengan demikian, Kemenag RI sudah harus menyiapkan 168 ribu lebih informasi detail para jemaah haji Indonesia untuk perolehan visa. Informasi detail ini menurutnya bahkan sampai nomor kamar tempat nantinya jemaah akan menginap di Saudi Arab. Hal inilah yang ternyata terkendala sampai tiba pemberangkatan kloter pertama dilaksanakan.

“Pemerintah Pemerintahan Arab Saudi baru mau mengeluarkan visa kalau tiap jemaah yang akan dikeluarkan visanya itu semua variabel di Mekkah, Madinah dan Armina sudah jelas,” terangnya.

Tanggapan Menag Lukman Hakim Saifuddin

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengakui adanya keterlambatan pengurusan visa Arab Saudi untuk sejumlah jemaah haji. Namun Menag memastikan semua jemaah haji yang visanya belum keluar tetap diberangkatkan ke Tanah Suci.

“e-Hajj kan baru diterapkan tahun ini secara intensif, tahun lalu memang tapi sifatnya kan uji coba. Kita belum bisa mengevaluasi total, hanya saja yang kaitannya dengan visa memang karena ada perubahan yang kita terima yang dari sisi waktu sudah terlalu dekat dengan keberangkatan sementara jumlah jemaah kita ada 150 ribu lebih dan visa harus diproses dengan waktu yang relatif terbatas,” kata Lukman kepada detikcom, Senin (14/8/2015).

Namun Lukman memastikan semua jemaah diberangkatkan ke Tanah Suci. Lukman memberi batas waktu keterlambatan berangkat ke Tanah Suci maksimal 3 hari.

“Dipastikan berangkat semua. Istilahnya bukan gagal berangkat, bukan gagal, hanya tertunda karena persoalan teknis terkait pemprosesan visa jadi ya tertundanya maksimal tiga hari,” kata Lukman.

“Karenanya pengurusan visa berbeda dengan tahun yang lalu perlu waktu yang lebih panjang entry data,” terang Lukman.

“Apalagi Indonesia jumlahnya besar sekali tidak kurang dari 155.200 orang,” tambahnya lagi.

ansori-pengemis-pasuruan-naik-haji-2015-detikcom
ilustrasi : Muhammad Ansori (78), pengemis asal Dusun Lojok, RT 2/RW 5, Kelurahan Kepel, Kecamatan Bugulkidul, Kota Pasuruan, naik haji.(detikcom)

Kasus Keterlambatan Calon Haji Solo 2015 karena Visa

Seperti diberitakan solopos.com, Sebanyak 734 jemaah calon haji Embarkasi Solo, Jawa Tengah, belum menerima visa atau keterangan izin masuk negara tujuan yang masih diurus di Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta.

“Jumlah calon haji Embarkasi Solo hingga hari keempat pemberangkatan ke Tanah Suci ini yang masih menunggu proses pengurusan visa tinggal 734 jemaah,” kata Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embakasi Solo, Gentur Rachma Indriadi, di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Senin.

Kasubag Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo, Gentur Rachma Indriadi, mengatakan dari 26.568 calhaj se-Jateng tahun 2015 ini, masih ada sebanyak 734 calhaj yang belum memiliki visa. Calhaj ini tersebar di seluruh kloter dan di 35 kabupaten/kota se-Jateng.

Dia mengatakan pada Senin ini sudah ada 950 visa calhaj yang telah keluar. Setelah dilakukan pemetaan visa, panitia menemukan 734 calhaj yang belum bisa terbang karena persoalan visa.

Gentur menambahkan saat ini ada sebanyak 118 calhaj dari kloter 1 sampai 9 yang masih tertahan di asrama karena persoalan visa. “Ini permasalahannya pada aplikasi baru dalam pembuatan visa di Arab Saudi,” kata dia saat ditemui wartawan di Asrama Haji Donohudan, Senin.

Mengenai permasalahan ini, kata Gentur, Kementerian Agama (Kemenag) menjanjikan dalam waktu dua hari akan segera menyelesaikan permasalahan ini. Diperkirakan, pada Selasa (25/8/2015) seluruh visa calhaj akan segera selesai, dan setelah itu seluruh calhaj bisa diterbangkan ke Tanah Suci.

(in)

%d blogger menyukai ini: