Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Pasca Penangkapan Terduga Teroris, Dusun Cupuwatu Kondusif

Pasca Penangkapan Terduga Teroris, Dusun Cupuwatu Kondusif

bolang
Sketsanews.com – Setelah penangkapan seorang terduga teroris di Dusun Cupuwatu I, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, kondisi dusun tersebut sudah kembali kondusif. Kamis (27/8), warga Dusun Cupuwatu I menjalankan aktivitas seperti biasa.

Kepala Dusun Cupuwatu I, Awang Prasongko (34) mengatakan, “Warga memang sempat terkejut dengan adanya penangkapan tersebut. Akan tetapi, sekarang kondisi dusun kami sudah kembali normal. Warga beraktivitas seperti biasa,” ujarnya kepada Kompas.com di Sleman.

Seperti diberitakan, pada Selasa (25/8) sekitar pukul 18.30, Densus 88 Antiteror Polri menangkap seorang terduga teroris bernama SF (25) di Dusun Cupuwatu I. Penangkapan ini berkaitan dengan penangkapan tiga orang yang diduga anggota Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS) di Kota Solo, Jawa Tengah, pada 12 Agustus.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, sejumlah orang yang diduga anggota NIIS itu mengaku merencanakan memasang bom di sejumlah tempat ibadah dan kantor polisi di Solo. Sesudah ditangkap, SF langsung dibawa ke Jakarta untuk diperiksa lebih lanjut.

Awang menjelaskan, warga Dusun Cupuwatu I merasa terkejut dengan penangkapan itu. Mereka tak menyangka SF, yang di dusun itu mengaku bernama Agus Ari, ternyata terlibat dalam perencanaan aksi teror. “Yang bersangkutan itu baru sekitar 10 hari tinggal di sini. Orangnya sangat tertutup, jarang sekali ngobrol dengan masyarakat sini,” ujarnya.

Di Dusun Cupuwatu I, SF tinggal di sebuah rumah yang sekaligus menjadi tempat usaha penjualan kue bolang-baling. Usaha penjualan kue yang berlokasi di pinggir Jalan Solo Kilometer 11,5 itu disebut milik Aris, warga Muntilan, Magelang, Jawa Tengah. Di rumah itu, SF tinggal bersama Irawan (26), karyawan usaha kue itu.

Menurut Awang, setelah SF ditangkap dan dibawa pergi, ada sejumlah aparat Densus 88 Antiteror Polri yang datang kembali ke lokasi penangkapan. Mereka mengambil sebuah tas ransel milik SF yang berada di tempat usaha kue bolang-baling tersebut. “Sehari sesudah penangkapan, beberapa aparat kepolisian dari Sleman juga datang ke sini untuk mencari informasi,” ujarnya.

Sementara itu, Irawan mengatakan, SF datang ke Dusun Cupuwatu I bersama Aris, pemilik usaha kue bolang-baling. “Pak Aris bilang si Agus Ari (SF) ini keponakannya. Pak Aris minta si Agus ini bantu-bantu saya buat dan jual bolang-baling,” ucapnya.(Su).

%d blogger menyukai ini: