Sketsa News
Home Tak Berkategori Senator Ingatkan Jokowi Cermati Potensi Gejolak Sosial

Senator Ingatkan Jokowi Cermati Potensi Gejolak Sosial

Muhammad Farouk (foto JPNN)
Muhammad Farouk (foto JPNN)

Sketsanews.com – Wakil Ketua DPD RI, Farouk Muhammad mengingatkan Presiden Joko Widodo untuk memertahankan subsidi di tengah lesunya perekonomian untuk meredam gejolak sosial. Pasalnya,saat ini pemutusan hubungan kerja (PHK) semakin marak dan daya beli masyarakat sedang menurun.

Farouk mengatakan, maraknya PHK dan turunnya daya beli masyarakat tak terleoas dari dua hal. “Yakni nilai rupiah yang anjlok dari dolar dan ekonomi yang lemah,” katanya,saat Berbicara dalam diskusi bertema “Ekonomi PHP, Nyatanya PHP” di Jakarta, Minggu (6/9),

Sebagaimana dilansir jawapos.com, senator asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu menegaskan, problem ekonomi ini tidak semata-mata pengaruhnya dari luar. Sebab, ada faktor-faktor internal yang harus diperbaiki dengan kebijakan fiskal maupun moneter.

Mantan gubernur Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) itu mengharapkan pemerintah segera menyodorkan solusi jangka pendek dengan memberikan stimulan. Hal itu penting untuk mencegah PHK.

Merujuk pada nota keuangan di RAPBN 2016 yang diajukan pemerintah pertengahan Agustus lalu, Farouk menilai pemerintah terlalu optimistis mendongkrak belanja modal. Padahal, kondisi perekonomian masih terpuruk.

Kondisi perekonomian dunia tahun depan, tambah dia, masih dipengaruhi pada melemahnya perekonomian Tiongkok, menguatnya dolar AS serta kondisi terkini di Eropa.

Indonesia pun akan tergantung pada tiga kekuatan ekonomi itu. “Tapi akan bisa minimal survival, artinya jangan sampai dampak yang dialami tersebut timbul yang seperti dirasakan pada buruh dan daya beli masyarakat luas,” tandasnya.

Ia mengingatkan bahwa pemerintah sudah semestinya mengantisipasi efek sosial dari lesunya perekonomian. “Kalau daya beli rakyat itu rendah dan buruh banyak di PHK atau diancam PHK, pada waktunya akan ada gerakan sosial,” tegas Farouk.

Untuk itu, pemerintah harus berani mengambil langkah-langkah strategis untuk jangka pendek, dan subsidi subsidi untuk rakyat harus diutamakan.

“Contohnya jangan pernah penaikan TDL, subsidi-subsidi untuk rakyat harus lebih diutamakan,” cetusnya. (Ki)

%d blogger menyukai ini: