Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, Internasional, News Haji 2015 : Crane Jatuh 87 Calon Haji Wafat, Ratusan Luka

Haji 2015 : Crane Jatuh 87 Calon Haji Wafat, Ratusan Luka

Sketsanews.com. Lebih dari 87 Wafat dan 201 luka-luka ketika crane, derek konstruksi runtuh di dalam Masjidil Haram di Makkah saat angin kencang dan hujan lebat pada jumat malam (11/09/2015).

kecelakaan-crane-di-mekah-sketsnews

Crane yang digunakan untuk pekerjaan konstruksi yang sedang berjalan, tiba-tiba terjatuh saat badai melanda. Saksi mata mengatakan petir menyambar derek sebelum runtuh, dilansir arabnews.com.

Gubernur Makkah Pangeran Khaled Al-Faisal memerintahkan penyelidikan langsung ke bencana. Dia telah berada dilokasi bencana dan mendesak pemerintah untuk memberikan pengobatan terbaik pada korban.

Sebuah komite telah dibentuk untuk investigasi tragedi tersebut. Adapun kewarganegaraan korban dari berbagai negara belum dapat dipastikan.

Brig. Ahmed Duluubi, Kepala Pertahanan Sipil di Makkah, mengatakan pihaknya telah membuat pengaturan persiapan untuk keadaan darurat berdasar laporan cuaca yang di keluarkan The Presidency of Meteorology and Environment.

Diprediksikan pada jumat hujan lebat disertai badai disertai debu. Keadaan demikian membatasi visibilitas, pandangan diberbagai wilayah seperti Asir, Jazan, Al-Baha, Makkah dan Madinah, Qassim, Al-Jouf dan Tabuk.

Dari Indonesia, korban meninggal 2 dan 23 orang luka.

Adapun 2 korban ini adalah Masnauli Hasibuan dari Medan dan Siti Rasmina dari embarkasi Jakarta Bekasi 03.

“Selain itu data sementara ada 23 jemaah yang menjadi korban luka, di sejumlah rumah sakit Arab Saudi,” kata Lukman Hakim usai mengunjungi anggota jemaah menjadi korban luka di RS An Nur, Jumat 11 September 2015 dikutip dari liputan6.com 

Presiden Joko Widodo telah memerintahkan menteri agama RI di Jeddah untuk memberikan bantuan optimal kepada para korban, dikutip dari kompas.com

“Saya sudah meminta Amirul Haj (menteri agama RI-red) dan KJRI di Jeddah untuk beri bantuan seoptimal mungkin (bagi para korban-red),” kata Presiden dalam keterangan pers di Istana Raja Faisal, Jeddah, Jumat malam waktu setempat atau Sabtu (12/9/2015) dini hari waktu Jakarta.

“Ketika mendapat kabar itu, Presiden sebenarnya ingin langsung menengok korban di An-nur. Atas berbagai pertimbangan masalah sekuriti dari pemerintah Saudi Arabia, Presiden tidak bisa menjenguk dan perlu koordinasi yang panjang. Jalan menuju Masjidil Haram macet. Presiden minta Amirul Haj dan Ibu Menlu memantau korban dan negara akan memberikan santunan pada korban,” kata Pramono.
** sumber :

(in)

%d blogger menyukai ini: