Sketsa News
Home Berita Terkini, News Fakta-fakta penembakan misterius di kantor ESDM

Fakta-fakta penembakan misterius di kantor ESDM

Jendela kantor ESDM (foto merdeka.com)
Jendela kantor ESDM (foto merdeka.com)

Sketsanews.com – Kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM Kuningan, Jakarta Selatan ditembak orang tak dikenal. Teror ini diduga berkaitan dengan pemberantasan mafia.

Proyektil peluru menyasar ruangan staf Dirjen Ketenagalistrikan yang berada di lantai empat gedung tersebut. Penyidik gabungan Polda Metro Jaya dan Mabes Polri tengah menangani kasus penembakan misterius ini.

Dalam melakukan olah tempat kejadian perkara, melibatkan Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri. Sejumlah barang bukti dikumpulkan untuk mengungkap kasus ini.

Pusat Laboratorium Forensik Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Saat ini tengah menguji proyektil peluru yang ditemukan di ruangan tersebut. Hasil pemeriksaan sementara, diduga pelaku memakai senjata rakitan.

“Dugaannya pelaku pakai senjata rakitan karena pecahan kaca tidak rapi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes M Iqbal di Polda Metro Jaya, Jakarta,dikutip merdeka.com, Jumat (11/9).

Namun, ketika disinggung jenis senjata pistol atau laras panjang, ia belum mengetahui. Menurut dia, pihaknya sedang melakukan penyelidikan kejadian penembakan Kantor Menteri ESDM Sudirman Said ini.”Belum tahu, masih kami selidiki,” kata dia.

Polisi juga masih menyelidiki penembak gedung Kementerian ESDM di Jalan Setiabudi, Jakarta Selatan. Namun sosok penembak ternyata berhasil terkam kamera.

Gambar yang diperoleh merdeka.com, Kamis (10/9), penembak menggunakan kaos abu-abu dengan menggunakan masker di wajahnya. Pria ini berada di Jalan Layang Non Tol (JLNT) casablanca.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol M Iqbal menjelaskan, kejadian itu sekitar Pukul 12.00 WIB siang. Belum diketahui motif dan pelaku penembakan tersebut.

Iqbal menjelaskan, ruangan yang ditembak lantai 4 gedung. Milik staf khusus menteri ESDM Sudirman Said.

“Ditemukan proyektil dan pecahan kaca di salah satu ruangan lantai 4. Ruangan staf khusus menteri,” kata Iqbal saat dikonfirmasi, Kamis (10/9).

Sebelumnya sekitar satu bulan lalu staf khusus Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Muhammad Said Didu mengaku, sempat menerima ancaman melalui pesan singkat. Ancaman tersebut ia terima sebelum insiden penembakan di kantor Direktorat Ketenagalistrikan, Jakarta Selatan, Kamis (10/9) kemarin siang.

“Ya, semacam ancaman pada keluarga, bicarakan juga soal kerja,” ujar Said kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (11/9).

Pesan singkat tersebut, lanjut Said, berisi jika si pengirim tengah mengawasi gerak-geriknya dan meminta Said tidak bersikap sembarangan jika tak ingin keluarganya terluka.

“Bunyinya ‘sayangilah keluarga Anda karena saya sedang mengikuti’,” beber Said.

Pasca insiden penembakan itu, Said mengaku diminta oleh Menteri ESDM Sudirman Said untuk tetap waspada.

“Pak menteri bilang, kita diminta waspada tapi jangan takut. Tak ada perubahan semangat kerja termasuk perubahan kebijakan-kebijakan terkait migas dan pemberantasan mafia migas,” tandasnya.

Penembakan karena banyak mafia terusik
Staf khusus Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Muhammad Said Didu menduga insiden penembakan yang terjadi merupakan aksi teror pascagebrakan yang dilakukan Menteri ESDM Sudirman Said selama ini.

Sudirman sendiri tengah gencar memberantas mafia migas yang dinilai banyak merugikan negara.
“Tapi yang kita lihat bahwa kode ini sangat terkait dengan banyak pihak yang merasa selama ini bisa berbisnis tanpa modal, berbisnis dengan kekuasaan. Kan akan dibuat transparan” ujar Said kepada wartawan di kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (11/9).

Untuk itu, Said menduga jika aksi teror itu tidak mengarah kepada satu orang melainkan ditujukan kepada Kementerian ESDM secara keseluruhan.

“Saya lihat memang ada kode bukan mengejar korban, karena orang di sekitar menteri tidak ada yang dikawal, ini random, random,” tuturnya.

Menteri ESDM sendiri, lanjut Said, meminta agar bawahannya tetap waspada namun tetap tenang. “Arahan Pak menteri, tetap bekerja tapi jangan takut. Hanya ancaman,” tutup Said.(ki)

%d blogger menyukai ini: