Sketsa News
Home Berita Terkini, Citizen-Jurnalism, News Ngerii, Bullyan Netizen “Said Aqil Siradj: Jenggot mengurangi Kecerdasan. Semakin Panjang Semakin GOBLOK”

Ngerii, Bullyan Netizen “Said Aqil Siradj: Jenggot mengurangi Kecerdasan. Semakin Panjang Semakin GOBLOK”

Mulutmu, harimaumu, pepatah ini layak agar berhati-hati dalam berbicara di era digital. Pasalnya terpeleset lidah bisa jadi bullyan netizen. Sorotan terbaru, datang dari KH. Said Aqil Siradj.  Sang Kyai mengatakan ketika ceramah tentang Islam Nusantara  bahwa Janggut bisa mengurangi kecerdasan seseorang dan itu merupakan Arabisasi.

Menurut Said Aqil, orang orang cerdas pasti tidak berjenggot contohnya Gus Dur, Quraish Shihab, dan Nurcholis Majid. Kemudian dia berkata: “Semakin panjang jenggot seseorang, semakin GOBLOK.”

Kontan, Netizen pun men-twit dengan pedas penggalan ceramah ini. Banyak yang berkomentar tak pantas, namun kami petilkan sanggahan dari netizen yang kapabel keilmuannya.

Account Wardah Jameellah mentautkan link video di youtube Kyai Buya Yahya :

Moh. Fauzil Adhim mentautkan link di Facebooknya, Jenggot Para Kyai Kharismatik

Teringat para kyai kharismatik, dulu maupun sekarang, yang benar-benar berilmu. Dan mereka ini memelihara jenggot karena memuliakan sunnah Nabi Muhammad shallaLlahu ‘alaihi wa sallam. Ada yang memanjangkan jenggot memendekkan kumis, ada pula yang memelihara jenggot mencukur habis kumis semisal KH. Muhammad Syamsul ‘Arifin, Banyuanyar Madura. Begitu pula KH. Maimoen Zubair, Sarang, Rembang yang sangat kharismatik dan dikenal keilmuannya dalam bidang hadis. Beliau juga memelihara jenggot dan tidak berkumis.
Pendiri jam’iyah Nahdhatul ‘Ulama pun, yakni Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari, dikenal memelihara jenggot dan mencukur bersih kumis. Demikian pula KH. Bisri Syansuri yang dikenal sangat tegas dalam persoalan syari’at, juga memanjangkan jenggot, meski tak begitu panjang, dan mencukur kumis. Kedua sosok ini adalah kakek Gus Dur. Yang pertama kakek dari jalur ayah, sedangkan yang kedua kakek dari jalur ibu.
Mbah Dolah Salam (KH. Abdullah Salam) Kajen, Pati juga memanjangkan jenggot. Beliau merupakan sosok kyai kharismatik yang dikenal zuhud.
Ada sejumlah kyai yang tidak berjenggot disebabkan jenggot memang tidak tumbuh.
Maka, alangkah aneh jika ada warga NU yang mentertawakan jenggot. Ini merupakan adab buruk (su’ul adab) terhadap para kyai maupun muassis (pendiri) NU.

KH. Zuhrul Anam Hisyam atau Gus Anam pengasuh Pondok Pesantren Leler Banyumas Jawa Tengah menjawab dengan gubahan syiir Arab sebagaimana dikutip NU Garis Lurus:

 

ائمة الهدى ارباب اللحية # من مالك حتى ابي حنيفة
واحمد والشافعي اﻻجل # هذا خطاب والله لذو خلل
فسعيد وفلان واخرون # كل اؤلئك همو المداهنون
اعجبهم تصفيق ارباب الهوى # صريح السنة خذ واترك السوى

Para imam pembawa petunjuk mereka mempunyai jenggot #
Dari Imam Malik sampai Imam Abi Hanifah

Dan Imam Ahmad serta Imam Syafi’i yang agung #
Perkataan ini demi Allah mempunyai banyak cacat

Adapun Said dan seseorang yang lain telah melecehkan #
Mereka semua adalah orang -orang yang meremehkan

Sungguh mengherankan mereka bertepuk tangan karena menuruti hawa nafsu mereka #
Ambillah jalan sunnah yang telah jelas dan tinggalkanlah yang melenceng dari kebenaran

Gambaran dari netizen lain :

Pendiri NU, Pahlawan Nasional KH. Hasyim Asy’ary

kyai-berjenggot-1

Pahlawan Nasional, Imam Bonjol

kyai-berjenggot-2

Para Tokoh ulama panutan NU

kyai-berjenggot

Demikian semoga bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua.(in)

Jawaban Said Aqil :

Rilis Resmi Jawaban KH. Said Aqil atas Bullyan Netizen “Jenggot Panjang …”

 

%d blogger menyukai ini: