Sketsa News
Home Berita Terkini, News Polisi belum berhasil bebaskan 2 WNI yang disandera PNG

Polisi belum berhasil bebaskan 2 WNI yang disandera PNG

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Patrige, SH, M.Si, bersama Kepala Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri, Provinsi Papua, Susana Wanggai saat berada di Perbatasan RI-PNG di Wutung, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, kemarin (16/9). Hingga kemarin, belum ada pembebasan terhadap dua WNI yang disandera KKB di PNG.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Patrige, SH, M.Si, bersama Kepala Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri, Provinsi Papua, Susana Wanggai saat berada di Perbatasan RI-PNG di Wutung, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, kemarin (16/9). Hingga kemarin, belum ada pembebasan terhadap dua WNI yang disandera KKB di PNG.

Sketsanews.com — Dua WNI yang disandera kelompok bersenjata di Papua Nugini, Badar (20) dan Sudirman (28) masih belum bisa dibebaskan.

Kepastian ini disampaikan Kabid Humas Polda Papua, Kombel Pol Patrige yang menanggapi beredarnya kabar bahwa kedua sandera itu telah dibebaskan oleh tentara Papua Nugini (PNG). Menurutnya, kabar itu tidak benar.

Patrige menyebutkan, menyikapi kabar yang beredar di masyarakat itu, pihaknya langsung menuju ke Perbatasan RI-PNG di Wutung, Distrik Muara Tami Kota Jayapura untuk melakukan pengecekan. Saat itu, ia ditemani Dansat Brimob Polda Papua, serta Kepala Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri, Provinsi Papua, Susana Wanggai.

Namun, hingga Rabu (16/9) sore, belum ada informasi mengenai pembebasan dua sandera tersebut. “Dari hasil koordinasi kami dengan Konsulat RI di Vanimo menyebutkan utusan Army (tentara) PNG yang dikirim untuk bernegosiasi dengan kelompok yang melakukan penyanderaan belum ada hasil,” katanya.

Karena itu, sampai malam ini pihaknya terus menonitor perkembangan yang mungkin muncul. “Belum ada perkembangan,” jelas Patrige kepada Cenderawasih Pos (Jawa Pos Grup). Sebelumnya diberitakan, ada dua WNI yang disandera kelompok bersenjata di Papua Nugini yaitu Sudirman (28) dan Badar (20) (sebelumnya diberitakan Bandar).

Mereka bekerja sebagai penebang di perusahaan penebangan kayu di Skopro, Distrik Keerom, Papua. Keduanya disandera setelah terjadi insiden penembakan di Skopro, Rabu (9/9) lalu. Peristiwa ini juga memakan korban seorang warga negara Indonesia lainnya yang bernama Kuba.

Hingga kini, Kuba masih harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara, Jayapura. Saat terjadi penembakan, Sudirman dan Badar menyelamatkan diri. Namun, kedua warga Doyo Baru, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura itu kemudian hilang dan belakangan dikabarkan telah disandera oleh kelompok bersenjata di Papua Nugini.

Polda Papua sebelumnya telah mengutus tiga tokoh masyarakat untuk memastikan keberadaan kedua sandera tersebut. Selain itu, angkatan bersenjata Papua Nugini juga sedang melakukan upaya-upaya penyelamatan. Adapun kelompok yang menyandera mereka diduga adalah kelompok Jefri Pagawak.

%d blogger menyukai ini: