Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Tagar #MelawanAsap dan Realisasi Respon Pemerintah

Tagar #MelawanAsap dan Realisasi Respon Pemerintah

Sketsanews.com. Media Sosial menjadi sarana efektif untuk ” berteriak sekeras dan sekencang mungkin” menyikapi berbagai isu. Tagar #MelawanAsap salahsatunya.

tagar-#MelawanAsap-imageby-indonesiashowbiz

Topik Twitter paling populer di Indonesia,  Tagar #MelawanAsap, pada Selasa (15/09) telah digunakan lebih dari 52.000 kali.

Sebuah video yang berjudul “Kami Tidak Diam #MelawanAsap” – memperlihatkan kondisi Pekanbaru, Riau, yang dipenuhi kabut

Video tersebut menjadi salah satu yang banyak disebar di sosial media. Video ini sudah ditonton lebih dari 69.000 kali dalam sehari.

“Sudah 18 tahun ini, ada musim tiap tahun namanya musim asap. Untuk tahun ini, tahun yang paling parah asapnya,” kata Andang Wiratmoko, 26 tahun, salah satu pembuat video ketika dihubungi BBC Indonesia.

“Istri saya jadi susah bernafas, sekarang dia sedang hamil, tidak bisa ke mana-mana, di kamar terus. ‘Kerjaannya’ sesak nafas dan muntah-muntah. Padahal di kamar sudah pakai AC juga,” kisah Andang.

***

Kapolri-dan-siti-nurbaya-imageby-setkabgoid

 

RESPON PEMERINTAH

Lahan resmi Sekretaris Kabinet meliris, Presiden Joko Widodo memerintahkan kepada jajaran pemerintah untuk segera memadamkan api dan menghilangkan asap yan terjadi akibat kebakaran hutan dan lahan di 6 (enam) provinsi di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei, usai rapat terbatas membahas upaya penanggulangan kebakaran lahan dan hutan di Kantor Presiden, Rabu (16/9) petang, mengatakan jangka waktu pemadaman api dan penghilangan asap di masing-masing provinsi berbeda sesuai dengan ancaman yang ada.

Untuk Provinsi Riau, kata Willem, ditetapkan waktu penanggulangan selama 14 hari, terhitung mulai hari Kamis (10/9). Sedangkan untuk Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Jambi diberikan waktu 30 hari.

Adapun menyangkut damage area-nya, area yang rusak, menurut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, kalau dilihat dari data di lapangan, dari data di posko di lapangan secara langsung, itu di Sumatera hanya tercatat 5.492,82 hektar yang rusak, yang terbakar, yang kebakaran. Di Kalimantan hanya 2.510.

Tetapi ketika di cross, diuji dengan foto satelit, kemudian ground check betul apinya, menurut Siti, ternyata memang cukup lumayan berbedanya. Sumatera 52.985 hektar dan Kalimantan 138.008 hektar. “Jadi dari sini, kemudian dicek di lapangan, diuji dengan ground check ketahuan ini rusak, kemudian kita buat berita acara, lalu hukum administratifnya keluar,” terang Siti.

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menangani 148 laporan terkait pembakaran hutan dan lahan, dan telah menetapkan tersangka sebanyak 140, diantaranya 7 korporasi yang sudah ada tersangkanya.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengemukakan, secara keseluruhan Polri telah melakukan penyidikan terhadap 27 korporasi terkait kasus kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah di tanah air. “Tujuh korporasi itu diantaranya tadi pagi juga sudah ada yang ditangkap pelakunya di Riau,”kata Badrodin kepada wartawan seusai rapat terbatas mengenai pengendalian dampak bencana asap, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (16/9) petang.

Ketujuh korporasi yang disebut Kapolri sudah dijadikan tersangka terkait kasus pembakaran hutan dan laha itu adalah: 1. PT. BMH di Kabupaten OKI, Sumsel, kemudian tersangkanya yang sudah ditetapkan itu bernama JLT; 2. PT. RPP di Sumsel tersangkanya P; 3. PT. RPS di Sumsel, tersangkanya S; 4. PT. LIH di Riau, tersangkanya FK; 5. PT. GAP di Sampit, Kalteng, tersangkanya S; 6. PT. MBA di Kapuas, tersangkanya GRN; dan 7. PT. ASP di Kalteng, tersangkanya WD.

Kapolri menegaskan, ketujuh tersangka itu yang termasuk pelanggaran korporasi, dan masih bisa berkembang. “Bisa nanti dari pemeriksaan-pemeriksaan terhadap tersangka yang sudah ada ini, bisa berkembang terhadap tersangka yang lain,” kata Kapolri.

Adapun 20 korporasi yang dilakukan penyidikan, menurut Kapolri, adalah: 1. 1. PT. WAJ di OKI; 2. PT. KY; 3. PT. PSM; 4. PT. RHM; 5. PT. PH; 6. PT. GS; 7. PT. RED; 8. PT. MHP; 9. PT. PN; 10. PT. TJ; 11. PT. AAM; 12. PT. MHP; 13. PT. MHP (berbeda tempat); 14. PT. SAP; 15. PT. WMAI; 16. PT. TPR; 17. PT. SPM; 18. PT. GAL; 19. PT. SBN; dan 20. PT. MSA.

** sumber :

(in)

 

%d blogger menyukai ini: