Sketsa News
Home Berita Terkini, News Modus Pendeta Tua Bekasi Memperdayai Anak Kelas 1 SMP Hingga Hamil

Modus Pendeta Tua Bekasi Memperdayai Anak Kelas 1 SMP Hingga Hamil

Sketsanews.com-Bekasi. Seorang Pendeta di Durenjaya Bekasi Timur telah memperdayai gadis belia 12 tahun untuk diajak mesum hingga hamil. Madus Janji untuk menikahi kelak kalau lulus SMA.

DJOKO Martanto (57), seorang pendeta di Jalan Ampera Kelurahan Durenjaya Bekasi Timur telah melakukan tindak asusila terhadap jemaatnya, CV (15), bocah SMP swasta Kota Bekasi.

Dalam melancarkan aksinya, Djoko menggunakan dalih agama kepada CV agar mau melakukan hubungan suami istri. Itu dilakukan sejak Februari 2013 hingga akhirnya korban hamil.

Saat mengetahui korban hamil, Djoko membawa CV ke luar Kota Bekasi. Menurut keluarga, yakni Kakak Sepupu korban CV, Henfri , saat kabur meninggalkan Bekasi,adik sepupunya itu masih menggunakan seragam. CV itu diongkosi Djoko untuk tinggal di hotel di Ungaran, Bali.

CV diberi kartu ATM dan dikirimi uang setiap bulan. Beberapa kali CV mengirim SMS ibunya dan mengatakan baik-baik saja, dan jika ia tinggal di rumah orang kaya.

“Ngomongnya sih tinggal sama orang kaya, enak. Pas kita telpon nomornya nggak aktif terus,” imbuh Henfri.

Ketika melahirkan, anak itu dipindahkan ke Malang ke yayasan penampungan anak yang bermasalah.

Saat disana, pendeta tersebut datang dan mengaku sebagai ayah CV meminta anak itu diurus dengan baik disana.

Ketika CV melahirkan bayi laki-laki pada 19 Desember 2013, bayi itu pun segera diadopsi oleh pihak disana. Selang seminggu, CV pulang dalam keadaan baik-baik saja sehingga keluarga tidak curiga.

Menurut pengakuan CV, pendeta tersebut mengaku akan menikahinya saat lulus SMA. Namun, akhirnya adik sepupu Henfri itu mengaku ketika merasa sudah tidak tahan karena pendeta tersebut masih juga menggaulinya.

Bahkan sering menjemput CV sepulang sekolah untuk dibawa ke hotel. Setelah mendengar cerita CV, keluarga pun melaporkan perbuatan pendeta cabul itu ke Polda Metro Jaya pada awal Agustus lalu.

**

SEKJEN KPAI Pusat Erlinda mengunjungi korban asusila dari Pendeta Djoko Martanto (57).

Ditemani Komisioner Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi, Erlinda menjenguk CV di rumah pamannya yang tinggal di Perumahan Taman Kebayoran Jalan Pranpanca 2 Blok A 8 No. 3 Desa Setia Mekar Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi.

Erlinda pun setelah bertemu langsung CV berharap dengan segera melakukan pemulihan trauma yang dialami CV.

Saat di dampingi Psikolog dari bidang TP2A Badan BP3AKB Kota Bekasi Erlinda menuturkan bahwa CV mengalami kondisi trauma dan psiko sosialnya terganggu, sehingga di lingkungan belum berani berinteraksi.

“Catatan awal dari teman-teman Psikolog mengatakan ada trauma dalam diri ananda, sehingga terganggu psiko sosialnya, maka itu ia belum berani untuk bersekolah dan berinteraksi kembali dengan teman-temannya,”jelas Erlinda.

Sekedar diketahui korban CV untuk pertama kali mengalami tindakan asusila dari oknum Pendeta Djoko Martanto pada bulan Februari 2013 saat CV masih duduk di SMP kelas 1.

Sedangkan kasus ini terbongkar setelah CV sempat melahirkan anak yang dikandung dari perbuatan Djoko di bulan Desember 2013.

Karena merasa terganggu dan tergunjang jiwanya CV yang tidak kuat menanggung beban ini akhirnya di bulan Juli 2015 mengadu kepada orangtuanya bahwa dirinya diperlakukan tidak senonoh oleh oknum pendeta yang sudah lama di kenal baik oleh keluarga besar CV.

[muh/gobekasi]

(in)

%d blogger menyukai ini: