Sketsa News
Home Berita Terkini, News Narasi Tunggal untuk Informasi Kebijakan Pemerintah

Narasi Tunggal untuk Informasi Kebijakan Pemerintah

Kepala Pusat Informasi dan Humas, Kementerian Kominfo Ismail Cawidu menyampaikan hal itu dalam Pertemuan Tematik Bakohumas di Function Room Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (18/9). Pertemuan bertema “Gunakanlah Rupiah Jaga Kedaulatan NKRI” itu diselenggarakan oleh Bank Indonesia Republik Indonesia dan diikuti perwakilan humas kementerian dan lembaga.

Dalam sambutan mewakili Ketua Badan Koordinasi Humas (Bakohumas), Ismail mengingatkan kembali tentang pelaksanaan Government Public Relations (GPR) di Kementerian Komunikasi dan Informatika. Menurutnya, Kementerian Kominfo sudah menyebarluaskan konten kebijakan pemerintah untuk pelaksanaan GPR ke seluruh jaringan humas di daerah sejak 27 Juli 2015. “Melalui pertemuan hari ini kita berharap semakin luas penyebarannya. Bagaimana kita menyampaikan sebuah kebijakan yang diambil pemerintah melalui humas pemerintah dan pranata humas,” tegasnya.

Sejalan dengan Inpres Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Komunikasi Publik, Ismail Cawidu meminta kepada seluruh kementerian dan lembaga agar mengirimkan berbagai macam data kebijakan. Data itu kemudian diolah Kemkominfo menjadi narasi tunggal. Narasi tunggal itu dipublikasikan melalui kementerian dan lembaga. “Jadi narasi tunggal dibuat berdasarkan data yang kami terima dan analisis. Sehingga setiap informasi kebijakan yang keluar adalah sifatnya resmi official dari Pemerintah,” tambahnya.

Ismail mencontohkan tentang penyebaran informasi Paket Kebijakan Ekonomi. “Ada 89 peraturan, mulai dari peraturan pemerintah sampai peraturan menteri yang harus diubah. Ada peraturan yang harus dihilangkan, ada yang dipotong harinya perijanan, dipermudah persyaratannya. Semuanya harus diolah kembali dan harus dibicarakan kepada publik,” tuturnya.

Menurut Ismail penyampaian informasi itu harus dilakukan dengan cepat dan akurat meskipun tidak lengkap. “Karena kita berpacu dengan waktu. Siapa yang pertama mengisi ruang ruang publik dengan baik maka dialah yang memenangkan persoalan. Tapi siapa yang terlambat itu akan tergilas dengan informasi meskipun dia benar, jadi faktor kecepatan menjadi sangat penting,” tegasnya.

Forum Tematik Bakohumas itu dibuka oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia BP Mirza Adityaswara. Acara itu juga dihadiri oleh Perwakilan DPUPera Suhaedi, Dirjen Pembendaharaan Kementerian Keuangan, Murwanto Harjowiryono dan Direktur Eksekutif Departement Komunikasi BI, Tirta Segara.* (kominfo)

(in)

%d blogger menyukai ini: