Sketsa News
Home Berita Terkini, Editorial, Headlines, News Perusak Generasi Bangsa Harus Dihentikan

Perusak Generasi Bangsa Harus Dihentikan

Perjuangan-Anak-Sekolah

Beberapa hari lalu, terdengar kabar seorang siswa SD tega menghabisi nyawa temannya. Pelaku berinisial R adalah siswa kelas dua Sekolah Dasar Negeri (SDN) 07 Kebayoran Lama, Jakarta. R membunuh rekan sekelasnya berinisial NA.

Peristiwa yang terjadi Jumat (18/9) itu, berawal dari saling ejek antara pelaku dan korban. Sebelum kejadian ada perlombaan menggambar di sekolah sekitar pukul 09.00 WIB. Diduga anak-anak tersebut berkelahi satu lawan satu dan disaksikan beberapa rekan-rekannya.

Setelah NA terkapar, teman-temannya baru melerai keduanya. Sementara itu, guru yang mengajar tidak mengetahui kejadian tersebut. Akibat perkelahian itu, NA terluka parah dan harus dilarikan ke rumah sakit Kebayoran Lama.

RS Kebayoran Lama tak bisa menangani NA, sehingga harus merujuknya ke RS Fatmawati. Pukul 18.45 nyawa NA sudah tidak dapat tertolong lagi dan NA dinyatakan meninggal dunia.

Kekerasan demi kekerasan terhadap anak sering terjadi di negeri ini. Pemerintah seolah tak bisa berbuat banyak mengenai permasalahan tersebut. Kejadian itu benar-benar menyesakkan dada dan sebagai orang tua harus mengelus dada. Apa yang terlintas dalam hati anak-anak tersebut, sehingga tega menghabisi nyawa temannya.

Tentu anak-anak melakukan hal itu bukan karena sifat alami dari hatinya. Anak-anak terinspirasi dari apa yang ia dengar dan ia tonton. Dari game mereka mainkan dan tayangan sinetron televisi atau film yang mereka tonton.

Bentuk kekerasan terus menghiasi televisi nasional negeri ini, baik kekerasan fisik maupun mental. Seorang guru menghina murid, sebaliknya murid menghina guru, menjadi tontonan tiap hari anak-anak generasi bangsa ini.

Begitu pula seorang guru yang seharusnya dihormati, oleh skenario sinetron, justru dijadikan bahan olok-olokan bagi murid. Sehingga dari tayangan tersebut muncul image guru seperti makhluk yang tidak ada harganya dan tidak layak dihormati.

Media yang terkenal dengan ”layar kaca” itu terus menampilkan perkelahian dan kekerasan. Belum lagi berita-berita kriminal yang ditayangkan secara fulgar. Tayangan tersebut selain menjadi pelajaran, juga menjadi tuntunan berbuat jahat. Pengelola media hanya mengejar rating pemirsa, seolah tanpa mempedulikan akibat dari tayangan yang disuguhkan bagi generasi bangsa.

Akankah bangsa ini hancur oleh ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan hanya mementingkan dirinya. Seharusnya pemerintah bertanggung jawab atas persoalan ini. Pemerintah yang punya kewenangan untuk mencegah kerusakan terhadap generasi bangsa. Kalau bukan kita, siapa lagi yang peduli dengan generasi bangsa ini?

Persoalan ini sangat serius, kerusakan moral generasi bangsa yang sedemikian parahnya. Pembunuhan identitas dan moral generasi bangsa terjadi setiap tempat dan waktu. Lalu di mana orang-orang yang selama ini mengaku sebagai pembela dan penjaga negara, mempedulikan dan memperhatikan persoalan ini? Di mana orang-orang yang mengaku sebagai orang yang cinta kepada negeri ini dengan berbusa-busa berkata semangat nasionalisme dan kebangsaan?

Sudah selayaknya kita sebagai orang yang peduli dengan generasi bangsa ini bertindak dengan nyata untuk mencegah kejadian yang menyesakkan dada kita ini. Sudah seharusnya pemimpin yang memangku jabatan di negeri ini bertindak tegas terhadap media yang mempertotonkan adegan kekerasan secara fulgar. (Ki)

%d blogger menyukai ini: