Sketsa News
Home Berita Terkini, Foto, Internasional, News Foto Tragedi Mina di Simpang Jalan 204 Dan 223, 717 Gugur, Cedera 863

Foto Tragedi Mina di Simpang Jalan 204 Dan 223, 717 Gugur, Cedera 863

Sketsanews.com. Rilis resmi dari Direktorat Pertahanan Sipil Arab Saudi mengatakan pada kamis 24/09/2015, 10 Dzulhijah 1436, Saat jamaah berbondong-bondong ke tempat melempar jumrah, tiba-tiba terjadi gangguan diantara jamaah pada persimpangan jalan no. 204 dan 223. Terjadilah saling mendesak hingga tragedi injakan diantara kerumunan jamaah.

Selanjutnya, segera setelah jatuhnya sejumlah besar peziarah dilokasi kejadian, para petugas keamanan dan personil Otoritas Palang Merah Saudi bergegas ke tkp untuk mengendalikan situasi dengan mengarahkan lalu lintas peziarah menuju lokasi kejadian dan segera mengambil prosedur pertolongan dan penyelamatan korban, dikutip dari Arabnews.

Sejauh ini, korban yang gugur 717 dan cedera 863 jemaah haji.

Menag : 3 Jamah Indonesia Meninggal

Dari Indonesia, berdasar rilis resmi Menag Lukman Hakim Saifuddin, saat mengunjungi RS Al Jisr, Mina pada Kamis, ada 3 jemaah WNI yang meninggal.

“Benar. Ada tiga jamaah yang meninggal, dua sudah dikenali, satu masih proses identifikasi,” katanya, dikutip dari AntaraNews.

Korban meninggal yang sudah bisa dikenali adalah :

  1. Hamid Atwi Tarji Rofia (51 tahun) asal Kelompok terbang (Kloter) Surabaya (SUB) 48, laki-laki, Probolinggi 3 Mei 1964, maktab 2, nomor paspor B1467965
  2. Busyaiyah Sahel Abdul Gafar (50 tahun) asal Kloter Batam (BTH) 14, maktab 1, nomor paspor A2708446.

Diakuinya peristiwa tersebut telah menyebabkan korban jiwa yang cukup besar, mencapai ratusan orang. Namun sebagian besar adalah jemaah dari wilayah Arab dan Afrika.

tragedi-mina-persimpangan-jalan-204-223

bukit-mina-imageby-arabnews-com

 

Berdasarkan informasi Kepala Daker Mekkah Arsyad Hidayat, Jalan Arab 204, bukan jalan jemaah Indonesia menuju Jamarat, karena sebagian jemaah Indonesia diarahkan ke jalan King Fahd dan Moasim.

“Mungkin yang bersangkutan kesasar atau tidak tahu jalan. Jalan itu diperuntukkan bagi jemaah haji dari Mesir, Afrika, dan Asia Selatan,” katanya.

Terkait korban yang belum dikenali, ia mengatakan identitasnya masih ditelusuri, karena korban tidak menggunakan gelang identitas yang biasa dikenakan jemaah terkait nama, nomor kloter dan embarkasi, serta nomor passpor.

(in/sketsanews.com)

%d blogger menyukai ini: