Sketsa News
Home Berita Terkini, News BNN Berencana Revisi UU Narkotika dan Menutup Hiburan Malam

BNN Berencana Revisi UU Narkotika dan Menutup Hiburan Malam

Budi waseso dan Ahok (foto Detik.com)
Budi waseso dan Ahok (foto Detik.com)

Sketsanews.com – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Budi Waseso berniat merevisi Undang-Undang (UU) Narkotika terkait rehabilitasi. Saat ini, tim sedang menelaah poin mana saja yang perlu direvisi di dalam UU tersebut.

Menurutnya, berbeda pendapat merupakan hal biasa. Namun, yang penting sama dalam tujuan yakni pemberantasan narkoba. Budi tidak mempermasalahkan jika niat untuk merevisi UU Narkotika terkait rehabilitasi bagi pengguna narkoba berseberangan dengan mantan Kepala BNN sebelumnya.

“Kepala BNN yang sekarang kan saya,” ujarnya, usai shalat Idul Adha, di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, dikutip republika.co.id Kamis (24/9).

Terkait rencana revisi UU narkotika tersebut, Budi sudah berkomunikasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Budi optimis revisi tersebut lolos dalam pembahasan di DPR.

“Kemarin ini, tim sedang bekerja untuk menyusun, merevisi, dan menelaah daripada Undang-Undang itu,” kata mantan Kabareskirm Polri itu.

Buwas berencana tutup hiburan malam yang jadi sumber peredaran narkoba.

Sementara itu Komjen Budi Waseso (Buwas) melakukan pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota, dikutip Okezone.com Jumat (25/9/2015).

hal itu dilakukan untuk berkoordinasi tentang langkah-langkah pencegahan, penindakan dan pemberantasan narkoba di Jakarta.

“Program saya memang semua harus jalan, barometernya adalah DKI. Saya minta izin kepada gubernur dikala nanti ada upaya yang saya lakukan yang dalam proses itu mohon dikiranya gubernur sudah tahu,”ungkap Buwas di Balai Kota.

Menurut Buwas, pertemuan dengan Ahok itu juga membahas koordinasi antara BNN, BNNP dan Pemprov DKI.”Ya istilahnya yang punya wilayah kan gubernur, saya sampaikan ke beliau rencana progres saya kedepan dan langkah-langkah yang saya ambil dalam rencana penindakan maupun pencegahan. Tentunya harus utama dikoordinasikan ke beliau,” bebernya.

Selain itu, ia juga mengomunikasikan rencana evaluasi tempat hiburan malam di Jakarta yang dijadikan pengunjung untuk menggunakan narkoba. “Nanti kita lihat, justru itu yang menjadi evaluasi kita bersama, itu yang saya bicarakan dengan gubernur,” ucapnya.

Mantan Kabareskrim ini juga meminta kepada Ahok untuk menutup diskotek yang menjadi tempat peredaran narkoba. “Artinya, tempat-tempat ini dijadikan sarana peredaran, ya bila perlu ditutup. Tapi ini baru wacana, kita harus lihat, kita harus evaluasi. Peraturannya diserahkan kepada gubernur jika ingin dibuat Perdanya,”tegas Buwas.(Ki)

%d blogger menyukai ini: